Puluhan Pelaku Bali Sempat Intimidasi Anggota Polisi

Puluhan remaja bali saat diamankan anggota Mapolsek Arsel dan Satlantas Polres Kobar Selasa (7/5) pagi.

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Puluhan pelaku balapan liar (bali) yang terciduk giat operasi penertiban anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas ) Polres Kobar dan Mapolsek Arut Selatan, ternyata sempat melakukan intimidasi pengendara dan anggota polisi yang melintasi ruas Jalan Sutan Syahrir, Selasa (7/5/2019).

Hal ini diutarakan Kapolsek Arsel  AKP Hendra Aditya Dani. Menurut dia, awalnya ada ratusan pembalap liar dan penonton di ruas Jalan Sutan Syahrir, tepatnya depan Kantor Disnakertrans Kobar tersebut, sekitar pukuk 04.30 WIB. Saat itu  kata dia, sejumlah anggota sudah dipersiapkan untuk menuju lokasi melakukan operasi.

“Ketika semua sudah bersiap, kami bersama anggota Satlantas langsung menyergap. Tiba-tiba sekitar pukul 05.00 WIB di jaringan radio HT kepolisian, terdengar suara Ipda Ristanto yang ternyata dikepung pembalap liar ini,”ungkapnya kepada Kalteng Ekspres.com  Selasa (7/5).

Saat itu lanjut dia, Ipda Ristanto sedang lepas dinas berkendara dengan istri serta anaknya menggunakan mobil di Jalan Sutan Syahrir. Mobil anggota ini hampir menyenggol pembalap liar tersebut.

“Ketika Ipda Ristanto turun dari mobil, ratusan pembalap liar langsung mengerumuninya sambil mengucapkan kata-kata intimidasi. Padahal saat itu dia menggunakan t-shirt polisi,sungguh miris perkataan anak-anak ini kepada Ipda Ristanto,”paparnya.

Tak lama, anggota gabungan bergerak cepat kelokasi mendengar rekannya dikepung pembalap liar.

“Untunglah Ipda Ristanto bisa diselamatkan tanpa cidera. Dalam operasi kali ini ada 46 motor dan 36 pembalap liar diamankan. Tapi masih banyak yang berhasil melarikan diri,”bebernya.

Sementara sepeda motor yang diamankan tersebut, langsung ditilang dan dua minggu ditahan di Mapolsek Arsel. “Minimal 2 minggu dulu kita tahan. Setelah ditilang dan menjalani sidang, agar motor tersebut bisa diambil, pebalap liar harus membuat pernyataan terlebih dahulu dengan didampingi orangtua masing-masing,” tandas Hendra. (yus)