Home / Pemkab Kobar

Senin, 27 Mei 2019 - 10:36 WIB

Diikuti 30 Peserta, Festival Kriang Kriut Dibuka Resmi Bupati

Bupati Kobar Hj Nurhidayah saat memukul beduk tanda dibuka secara resmi Festival Kriang Kriuk Minggu (26/5) tadi malam.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah saat memukul beduk tanda dibuka secara resmi Festival Kriang Kriuk Minggu (26/5) tadi malam.

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com  – Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah membuka secara resmi Festival Kriang Kriut di Kampung Sega terletak RT 1 Kelurahan Mendawai Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu (26/5/2019) tadi malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal 26-30 Mei 2019 mendatang ini, diikuti 30 peserta yang berasal dari Rukun Tetangga (RT) di lima kelurahan. Meliputi Kelurahan Mendawai, Mendawai Seberang, Raja, Raja Seberang, dan Baru.

Bupati  mengatakan, festival ini merupakan tradisi dan budaya masyarakat Kobar, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai. Karena itu, tradisi ini harus terus dipertahankan sebagai bentuk pelestarian budaya sehingga bisa dijadikan menjadi salah satu objek wisata  budaya daerah.

“Intinya festival ini bentuk mempertahankan tradisi budaya kita, khususnya penduduk lokasl kita yang ada di daerah bantaran sungai. Kita berharap tradisi ini bisa menjadi objek wisata nantinya,” ungkap Nurhidayah saat menyampaikan sambutannya.

Baca Juga :  Wabup Ahmadi Riansyah Apresiasi Perusahaan Salurkan Bansos Lewat Pemerintah Daerah

Menurut dia, tradisi ini dijadikan objek wisata karena di kampung setempat telah dibangun salah satu objek wisata Kobar yakni Water Front City (WFC) yang terletak di pinggir Sungai Arut. Karena itu, kedua objek ini bisa disinkronkan dalam agenda wisata tahunan untuk menarik minat pengunjung.

Baca Juga :  Bupati Kobar Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covi-19 di Kumai

Sementara itu, Lurah Mendawai Zulhadi mengatakan, Festival Kriang Kriut merupakan salah satu tradisi masyarakat untuk menyambut kegembiraan malam Nuzulul Quran.

“Kriang kriut ini merupakan lampu penerangan menggunakan api. Sebelum adanya listrik, biasanya digunakan masyarakat untuk penerangan warga yang ke masjid. Kegiatannya dimulai saat malam 21 Ramadan atau malam Nuzulul Quran,” jelasnya. (yus)

Share :

Baca Juga

Pemkab Kobar

Pemkab Kobar Salurkan Insentif Guru Ngaji

Pemkab Kobar

Kajati dan Bupati Resmikan Balai Rehabilitasi Napza Katingan

Pemkab Kobar

Ingin Daftar Program Kejar Paket, Ini Caranya!

Pemkab Kobar

Tak Perlu Panik Hadapi Virus B.1.617

Pemkab Kobar

Bupati Tinjau Pembangunan Pasar

Pemkab Kobar

Bupati Kobar Resmikan Kantor Kecamatan Kolam

Pemkab Kobar

Deklarasi Sehat Bugar Jemaah Haji Kobar

Pemkab Kobar

Bupati Nurhidayah: Penanganan Covid-19 Harus Sinergi