Dewan Pertanyakan Keberadaan BLUD Kapuas

KUALA KAPUAS, KaltengEkspres.com– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kapuas mempertanyakan pembentukan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) bagi 6 puskesmas di Kabupaten Kapuas.

Yakni Puskesmas Anjir, Selat, Melati, Tatas, Lupak dan Palingkau. Pasalnya, sejak di SK kan Januari 2018 sampai saat ini tak diketahui sejauhmana perkembangan keberadaannya di Kapuas.

” Sebaiknya sebelum mengeluarkan sebuah keputusan, diperlukan persiapan dan kajian khusus, jadi tidak menjadikan harapan target tidak menghasilkan apa-apa” kata l Lawin melalui telpon selulernya, Kamis (9/5/2019).

Seharusnya lanjut dia, sebelum pemberlakuan sebuah keputusan berkekuatan hukum oleh pemerindah diperlukan kesiapan dan ketersediaan baik sarana maupun prasarana pendukungnya.

“Kalau di dunia pelayanan kesehatan, saat ini 6 puskesmas yang disiapkan menjadi BLUD tersebut wajib disiapkan terlebih dahulu infrastruktur bangunan/gedung, peralatan medis dan minimal tenaga medis/dokter 2 orang. Kemudian, faktor pendukung lain adalah adanya penyebaran peserta BPJS yang sesuai target ” ujar Politisi dari Partai Hanura ini.

Masing-masing puskesmas yang masuk BLUD tersebut terdapat perbedaan seperti Puskesmas Kapuas Timur di Anjir Serapat terdapat peserta BPJS sudah dominan, serta letak posisi pelayanan strategis karena jalur lintas antar Kapuas-Kalsel.

Bertolak dari situ, perbedaan nyata dengan puskesmas di Kecamatan Pulau Petak yang juga masuk BLUD tapi bagaimana sarana prasarana serta kesertaan BPJS bagi masyarakatnya. (ab)