BPJS Kesehatan Palangka Raya Sosialisasi Penggunaan Finger Print

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya Muhammad Masrur Ridwan saat memberikan penjelaskan kepada peserta sosialisasi Senin (6/5).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.comGuna meningkatkan mutu dan kualitas layanan dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) khusunya Kota Palangka Raya, BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya menggelar sosialisasi penggunaan finger print (sidik jari) dalam pelayanan kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri perwakilan dari sembilan rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya, bertempat di ruang rapat BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya, Senin (06/5/2019).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya Muhammad Masrur Ridwan mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan langkah awal penggunaan finger print dalam proses pemberian pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS di rumah sakit.

Karena menurut dia, penggunaan sidik jari dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit mempunyai banyak dampak positif yang akan dirasakan oleh semua pihak. Baik itu dampak untuk rumah sakit selaku pemberi pelayanan kesehatan, maupun untuk BPJS Kesehatan sendiri, bahkan juga bagi peserta JKN-KIS.

“Banyak sekali manfaat dari penggunaan finger print dalam pemberian pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dari mulai pengurangan antrian yang dirasakan oleh peserta ketika berobat di rumah sakit sampai dengan efisiensi dalam penempatan Sumber Daya Manusinya,”katanya.

Ia menjelaskan, dengan menggunakan finger print, antrian peserta bisa berkurang karena finger print bisa membantu menyederhanakan prosedur operasional sehingga mempercepat proses administrasi penerbitan SEP (Surat Eligibilitas Peserta). Disamping itu, rumah sakit juga akan lebih efisien dalam penempatan SDM karena terbantu dengan alat finger print ini. Selain itu finger print juga mampu mengindikasi kecurangan seperti penyalahgunaan kartu.

Masrur juga menerankan, bahwa penggunaan finger print dalam pelayanan di rumah sakit tidak langsung dilaksanakan secara serta merta. Melainkan ada tahapan-tahapan yang dilakukan dalam implementasi finger print tersebut.

Baca Juga :  Dukung BBGRM, BPJS Kesehatan Buka Stand Pendaftaran

“Penerapan penggunaan finger print dalam pelayanan di rumah sakit ini tidak sekaligus kepada semua pelayanan. Ada tahapan-tahapannya dalam penggunaan finger print ini,”paparnya.

Tahapan pertama lanjut dia, adalah untuk pelayanan rehabilitasi medik, polimata dan poli jantung yang mulai dilaksanakan pada bulan Mei 2019 ini. Kemudian tahapan yang kedua adalah untuk pelayanan rawat inap yang akan dimulai pada bulan Agustus 2019.

Selanjutnya pada tahap ketiga yaitu untuk pelayanan rawat jalan pada poli penyakit dalam, polianak, poli bedah dan poli kandungan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019. Kemudian, pada tahap yang keempat yaitu untuk semua pelayanan rawat jalan yang dimulai pada bulan Desember 2019.

Sementara itu Didik salah satu mitra BPJS Kesehatan pemberi pelayanan kesehatan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, menyambut baik penerapan penggunaan finger print di rumah sakit. Ia juga menyampaikan kendala yang akan dihadapi dalam hal penyediaan finger print tersebut.

“Terkait penyediaan alat finger print  ini pasti akan membutuhkan waktu. Apalagi bagi rumah sakit yang belum berstatus BLUD (Badan LayananUmum Daerah), pasti akan membutuhkan waktu lebih untuk menyiapkan anggaran dalam pengadaan alat,”ungkapnya. (as/hm)