Bendungan Kapasitas 900 Juta M3 Akan Dibangun di Kalteng

Kepala Dinas PUPR Kalteng Salahudin saat memaparkan kepada awak media ketika digelarnya FDG di Aula Bappedalitbang Selasa (21/5).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Pemerintah Pusat dikabarkan akan membangun bendungan berkapasitas 900 Juta meter perkubik (M3) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Pembangunan bendungan ini, bentuk tindaklanjut rencana pemindahan ibu kota negara ke wilayah Kalteng.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalteng Salahudin menjelaskan, bendungan yang rencana dibangun pemerintah tersebut berada di Muara Joroi Kabupaten Murung Raya.

Memiliki dua kegunaan yakni untuk mengendalikan banjir wilayah Barito, disamping itu juga sebagai tenaga listrik air berkapasitas kurang lebih 284/mega watt dengan biaya sebesar Rp 4,5 triliun.

Selain itu, menurut dia, salah satu latar belakang rencana pemindahan ibu kota ke Kalteng sangatlah tepat, karena lokasi strategis dibagian tengah. Lantaran di ibu saat ini sudah padat jumlah penduduk sedangkan di Kalteng masih sedikit.

“Terlebih lagi di ibu kota sangat susah mencari lahan sementara di Kalteng lahan sangat luas. Demikian juga di Jakarta setiap hujan mengalami banjir karena bagian darat sama dengan laut bahkan daratan lebih rendah,” ujarnya.

Karena lanjut dia, permasalahan banjir di Kalteng bukan dikarenakan pesisirnya melainkan dikarena masalah draenase, sehingga apabila permasalahan tersebut dapat teratasi tentunya banjir di Palangka Raya tidak akan pernah ada. Sehingga Kalteng memiliki peluang besar menjadi daerah istimewa.

“Jadi saat memang Kalteng belum siap dari segi infrastruktur, justru yang ketidaksiapan kita ini merupakan peluang besar. Karena lebih bagus membangun dari pada merehab, sebab kalau lahan kosong kita bangun akan lebih cepat, tapi kalau sudah ada kita rehab maka akan memakan waktu lebih lama dan uangnya lebih besar,” tandasnya. (rd)