Tak Keberatan Bayar Iuran JKN-KIS, Demi Bantu Masyarakat Berobat

Aziz Wicaksono saat memperlihatkan kartu JKN-KIS miliknya.

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Pola pikir Aziz Wicaksono (24), pemuda asal Kota Palangka Raya patut diapresiasi. Meski tak pernah sakit, pemuda yang juga memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) ini, selalu rutin membayar iuran setiap bulannya.

Hal itu ia lakukan karena merasa senang bisa membantu orang lain yang sedang sakit melalui program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Bahkan dirinya tak merasa keberatan dengan iuran yang harus ia bayar setiap bulan dari hasil kerja membantu temannya berjualan buah.

“Alasan saya tetap membayar iuran program JKN-KIS setiap bulannya, meski belum merasakan manfaat dari program JKN-KIS tersebut, karena senang bisa membantu meringankan beban orang-orang yang sedang terbaring sakit, apalagi yang sedang dirawat di rumah sakit,”ungkap Aziz.

Karena lanjut dia, hanya ini yang bisa ia lakukan dan mudah-mudahan menjadi amal ibadah. “Alhamdulillahnya, saya selalu diberi kesehatan oleh Allah sampai dengan sekarang. Jadi saya bisa tetap membantu mereka (red: peserta yang sakit) melalui iuran yang saya bayarkan,” papar Aziz.

Di lain sisi, Aziz pun memberikan pesan kepada seluruh peserta program JKN-KIS agar tetap rutin membayar iuran setiap bulannya. Hal itu karena ia selalu mendengar kabar tentang banyaknya peserta yang menunggak membayar iuran setelah menerima manfaat dari program JKN-KIS, sehingga menyebabkan program JKN-KIS selalu mengalami defisit keuangan.

“Saya pribadi berharap, semakin banyak masyarakat yang rutin membayar iuran program JKN-KIS. Karena program ini sangat membantu sekali bagi mereka yang sedang sakit dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Karena menjadi peserta program JKN-KIS ini, bukan tentang apa yang akan kita dapatkan, tapi tentang apa yang bisa kita berikan kepada sesama melalui iuran yang kita bayarkan,” imbuh Aziz.

Baca Juga :  Berusaha Kabur, Perampok Bos Palma Didor Polisi

Aziz sendiri mengakui sempat menunggak dalam melakukan pembayaran iuran program JKN-KIS karena keterbatasan yang ia alami. Tapi hal itu tak pelak ia lupakan begitu saja, ia langsung membayarkan iurannya begitu ia mendapatkan rezeki.

“Jujur saja, kemarin saya sendiri juga pernah menunggak iuran selama dua bulan. Tapi begitu ada rezeki langsung saya bayarkan. Sekarang saya sudah ikut program autodebet untuk pembayaran iuran tiap bulannya. Mudah-mudahan gak ada kendala kedepannya,” tandas Aziz. (mh)