Korupsi Dana PNPM, Ketua BKAD Kumai Ditahan Kejaksaan

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Kumai berinisial S, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kobar. Seusai ditetapkan tersangka, S langsung ditahan pihak kejaksaan setempat, Selasa (2/4/2019).

Kepala Kejari Kobar Bambang Dwi Murcolono mengatakan, seusai menjalani pemeriksan, S langsung ditahan. Wanita ini ditetapkan tersangka karena diduga melakukan penyalahgunaan dana perguliran simpan pinjam perempuan (SPP) Program PNPM Mandiri Perdesaan, pada BKAD Kecamatan Kumai Kabupaten Kobar Tahun 2014-2017 lalu.

“Modus yang dilakukannya, yakni fiktif dan mark up dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 2.395.734.000,” ungkap Bambang kepada Kalteng Ekspres.com Selasa (2/4).

Akibat perbuatanya ini, S dikenakan pasal 2 Ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf A dan B Undang-Undang RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kemudian subsider Pasal 8 jo pasal pasal 18 ayat (1) huruf a dan b UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dg UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Jo 31 tahun 1999 tentang pembetantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (hm)