Ketika Bocah Penderita Tumor Colli Sangat Terbantu dengan Program JKN-KIS

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Harapan seorang bocah laki-laki bernama Refan (9), berasal dari Desa Tumbang Tambirah Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas, untuk sembuh dari penyakit Tumor Colli yang ia derita selama kurang lebih dua tahun menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) begitu besar.

Bahkan, semenjak didiagnosa mengidap penyakit yang disebabkan adanya pembengkakan kelenjar getah bening atau virus yang menyerang sistem kekebalan tubuhnya ini. Namun harapan untuk sembuh masih ada bagi (Revan-red). Ini setelah terdaftar sebagai peserta program JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Yunita ibu dari Revan, saat dibincangi KaltengEkspres.com Kamis (25/4/2019) mengatakan, bahwa putranya tersebut telah beberapa kali melakukan pemeriksaan medis baik di rumah sakit Gunung Mas hingga di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya dengan menggunakan kartu JKN-KIS hingga sampai saat ini biaya keseluruhan ditanggung program JKN-KIS.

“Sudah dua tahun belakangan ini ada benjolan dileher Refan. Dulu sempat kami periksa, bahkan sudah sampai rumah sakit Gunung Mas untuk dilakukan tindakan operasi agar benjolan itu diambil. Tapi karena pendarahan, operasi tidak jadi dilakukan. Sampai akhirnya benjolan itu semakin membesar dan sekarang dirawat di RSUD dr Doris Sylvanus ini. Setelah ini, adek (Revan-red) akan dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar,” katanya.

Dengan kondisi penyakit yang diderita anaknya itu, Yunita pun merasa bahwa sangat bergantung kepada program JKN-KIS untuk membantu pembiayaan pengobatan putranya dan mengucapkan terimakasih, sebab dengan adanya program itu ia merasa terbantu.

“Beruntung ada program JKN-KIS ini yang bisa membantu meringankan biaya pengobatan anak saya. Sampai saat ini semua biaya pengobatan mulai dari awal sampai dirawat di rumah sakit ini biayanya dijamin oleh program JKN-KIS,”ucapnya. 

Dirinya sendiri lanjut dia, tidak tahu harus mencari uang kemana untuk biaya pengobatan anaknya, kalau tidak ada program JKN-KIS.

“Saya berharap program ini tetap ada untuk membantu meringankan biaya pengobatan sampai Revan sembuh dan doakan ya, Revan bisa sembuh,” tandasnya. (rd)