Demi Sekolah, Dua Bocah Ini Rela Jual Kerupuk

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Sungguh miris apa yang dilakukan Nesa (14) dan Rama (9) dua kakak beradik penjual kerupuk keliling. Nasibnya tidak seberuntung dengan bocah pada umum lainnya, yang mana bocah seumuran mereka menghabiskan waktu untuk belajar dan bermain.

Karena tuntutan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang sangat memperihatinkan inilah menjadi alasan kedunya harus ikut berjuang agar bisa melanjutkan sekolah dan menggapai cita-citanya layaknya seperti anak-anak lainnya.

Tidak hanya itu, dari pengakuan kedua bocah ini, keinginan tersebut timbul dengan sendirinya tanpa ada rasa paksaan. Mereka menjalani pekerjaan tersebut karena penghasilan orang tua tak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Mau gimana lagi, kalau tidak begini kami harus apa om. Bapak saya kerja buruh serabutan, hasilnya untuk kebutuhan kami sembilan saudara saja masih kurang, apalagi buat sekolah. Makanya yang biasa bantu ibu dan bapak saya sama adik saya ini dengan menjual kerupuk olahan ibu,” ucapnya sambil menjajakan kerupuk.

Menjajakan jajanan kerupuk dari kediamannya di Jalan Ahmad Yani Rt 25, Pelingko, Kecamatan Arut Utara (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), setiap hari mereka lakukan mulai pukul 15:00 Wib sepulang sekolah, hingga pukul 20:00 Wib dengan berjalan kaki berkeliling mencari pembeli. (yus/rd)