



KUALA PEMBUANG, KaltengEkspres.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan menyoroti penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Seruyan yang menjadi pro kontra di tengah masyarakat.
Pasalnya, penerimaan P3K tersebut sangat minim informasi dari instansi terkait, baik itu informasi teknis maupun non teknisnya, sehingga dalam kenyataannya dilapangan, pelaksanaannya terkesan dadakan.
Hal ini diungkapkan oleh anggota DPRD Seruyan Arita. Ia mengatakan, seharus hal itu tak terjadi, sebab bagaimana pun situasi, setidaknya harus di informasikan secepatnya kepada khalayak umum.
“Inilah akibatnya jika suatu penyelenggaraan tes apalagi seperti penerimaan P3K ini tidak dibarengi dengan penyebarluasan informasi, sehingga banyak mendapat kontra di masyarakat,” ungkap Arita, Kamis (7/3).
Menurutnya, penyebarluasan informasi itu merupakan suatu hal yang sangat penting, dan mestinya segera diberitahukan sebelum waktu pelaksanaan ditetapkan dengan memanfaatkan sosial media maupun di papan pengumuman di kantor instansi yang bersangkutan.
“Di zaman modern saat ini, seharusnya tidak ada alasan tak bisa menyebarkan informasi tersebut. Apalagi itu bukanlah hal yang sulit, apapun dan bagaimanapun kondisinya, entah itu jumlah koutanya maupun waktu pelaksanaannya seharusnya diberitahukan, agar tenaga honorer K2 bisa mengetahuinya,” tegas politisi PKB tersebut.
Akibat tak diumumkannya penerimaan ini lanjut dia, akhirnya banyak para tenaga honorer K2 yang benar-benar telah mengabdi pada negara dan daerah, menjadi tak bisa ikut berpatisipasi. Ini tentu sangat merugikan mereka yang telah mengabdi sekian lama bagi daerah. (al)