Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Wanita Nekat Bakar Barak

BUNTOK KaltengEkspres.com  – Sebuah rumah barak terletak di Gang Palapa III, Jalan Keladan, Kota Buntok, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terbakar dan nyaris rata dengan tanah.

Perisiwa tersebut diakibat ulah salah seorang penghuninya berinisial HI (30), yang diduga mengalami gangguan jiwa kemudian nekat membakar kamar barak tempat tinggalnya sendiri, Rabu (20/2/2019), sekitar pukul 17.00 WIB.

Beruntung api cepat dipadamkan oleh tim Damkar dan warga sekitar, sehingga tidak sempat menjalar ketempat lainnya. Meski lokasi  berada di kawasan pemukiman, namun karena lahannya tergenang air sehingga sekitar pukul 17.30 WIB, kondisi api dengan cepat bisa dipadamkan.

“Barak yang terbakar hanya bagian dinding serta plafon satu kamar barak.” kata warga sekitar Komariah (45) kepada Kalteng Ekspres.com, Rabu (20/2/2019).

Ia menceritakan, penyebab asal api kebakaran tersebut diakibatkan dari kesengajaan anak penghuni barak berinisial HI. Ia sengaja membakar kamar barak tempat tinggalnya lantaran diduga mengalami gangguan jiwa.

“Jadi pelaku nekat membakar kamar barak tempat tinggalnya sendiri, karena dipicu cekcok mulut dengan orang tuanya. Saat itu kita mendengar ada pertengkaran antara pelaku dengan orang tuanya, kemudian pelaku HI berteriak, kubakar-kubakar dan tidak berselang lama, terlihat nyala api membakar dinding barak,” ungkap Komariah.

Untungnya, lanjut dia, tetangga sekitar lingkungan barak siaga memadamkan api. Sebenarnya warga sekitar hampir tak terima, dengan perbuatan pelaku ini. Namun karena ibunya mengatakan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa. Jadi warga mengurungkan niatnya untuk marah, karena kasihan dengan orang tuanya.

Sementara itu, kepada awak media, Kepala Satpol PP dan Satdamkar Barsel, Edi Purwanto, membenarkan bahwa peristiwa kebakaran tersebut. Menurut dia, kejadian diduga diakibat dari aksi nekat yang dilakukan oleh pelaku yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Baca Juga :  Bupati Serahkan Bantuan Bagi Penyandang Disabilitas

“Katanya pelaku pembakaran adalah orang yang mengalami gangguan kejiwaan, tapi biarlah itu urusan Polisi saja,” sebutnya.

Dijelaskan oleh Edi, ketika mendapatkan informasi kejadian kebakaran sekitar pukul 17.10 WIB, pihaknya segera bergerak menuju lokasi kejadian dengan menurunkan empat unit truk water canon, satu unit truk suplai dan dua unit mobil portable.

“Alhamdullilah, sebelum sempat menjalar sudah bisa dipadamkan apinya, tadi kita juga dibantu oleh BPBD dan warga,” ujarnya.(rif)