Home / Kotim

Selasa, 19 Februari 2019 - 16:51 WIB

Dewan Desak Aparat Penegak Hukum Selidiki PT BSP

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Supriadi, mendesak aparat penegak hukum untuk menyelidiki PT Borneo Sawit Persada (PT. BSP). Hal itu diutarakannya, saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) tentang pelaksanaan plasma di Aula DPRD Kotim, Selasa (19/2/2019).

Supriadi mengatakan, hal tersebut disampaikannya, karena berdasarkan laporan dari masyarakat Desa Patai Kecamatan Cempaga, bahwa perusahaan tersebut diduga menggarap lahan di luar izin hak guna usaha (HGU) yang diberikan.

Baca Juga :  Pasar Sejumput Baamang Hulu Berkobar, 9 Rumah dan 40 Lapak Pedagang Hangus Terbakar 

“Dalam laporan masyarakat dan data pemerintah, PT BSP yang beroperasi di wilayah Kecamatan Cempaga telah menggarap lahan yang berada di luar HGU yang di berikan seluas 4.100 hektare,” ujar Supriadi dalam rapat tersebut.

Tak hanya menggarap lahan di luar HGU, perusahaan ini juga diduga telah merambah Hutan Produksi (HP). Untuk itu dirinya mendorong Pemkab Kotim dan aparat penegak hukum untuk menyelidiki permasalahan ini. Karena jika dibiarkan berdampak merugikan daerah dan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Laka Maut di Jalan Sudirman Tewaskan Bapak dan Anak

Sementara itu dalam rapat tersebut, perwakilan PT BSP yang telah diundang sebelumnya memilih tak hadir. Tak hadirnya perusahaan ini membuat kecewa pihak DPRD Kotim.

Terpisah ketika berupaya dikonfirmasi, manajemen PT BSP belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan ini. (pras)

 

Share :

Baca Juga

Kotim

Pembeli 7 Butir Zenith Ikut Diciduk Polisi

Kotim

Polisi Tetapkan Tersangka Suami DA

Kotim

TMMD ke-109 Kodim 1015 Sampit Akan Segera Berakhir, Warga Mengaku Sedih

Kotim

Nenek Ida Sangat Terbantu dengan Hadirnya Satgas TMMD

Kotim

Jadikan Semangat Gotong Royong Sebagai Warisan Budaya

Kotim

Masyarakat Anggap Satgas TMMD Seperti Keluarga Sendiri

Kotim

Belum Terealisasi, Warga Pertanyakan KKS, Karena Diduga Banyak PNS Masuk Data

Kotim

Berkas P21, Pembunuh Nur Fitri Dilimpahkan ke Kejaksaan