Connect with us

Kapuas

Bejat..Pelatih Tari Kuda Lumping Cabuli Muridnya

Published

on

Tersangka pelaku pencabulan HU saat diamankan di Mapolsek Basarang Rabu (13/2).

KUALA KAPUAS, KaltengEkspres.com– Warga Desa Tambun Raya RT 03 Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, digegerkan dengan kasus asusila yang dilakukan pelaku berinisial HU.

Pria yang diketahui merupakan oknum ketua salah satu persatuan kuda lumping di desa setempat ini, telah mencabuli anak didiknya.

Parahnya, perbuatan ini tidak hanya dilakukan kepada satu orang muridnya, melainkan juga sejumlah murid lainnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku kepada penyidik kepolisian, ia melancarkan aksinya dengan cara melatih para korbannya yang rata-rata masih dibawah umur, dengan modus untuk memberikan ilmu para korban harus mengikuti kemauan pelaku tersebut.

“Modus pelaku ini meminta para anak didiknya untuk menuruti kemauan pelaku, seperti berciuman memegang kemaluan pelaku, hingga sampai mengajak berhubungan badan agar ilmu yang diberikan pelaku ini bisa lebih maksimal kepada korban,” kata Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuwantoro melalui Kapolsek Basarang Iptu Supriadi dalam rilis, Rabu (13/2/2019).

Ia menjelaskan, dari keterangan pelaku aksi ini dilakukan sejak tahun 2017 silam, hingga akhirnya terbongkar setelah beberapa korban bercerita dengan pihak keluarganya, sampai akhirnya satu persatu korban mengaku telah dilecehkan oleh pelaku tersebut.

“Kalau dari pengakuan para korban seperti IK, SC warga Bungai Jaya dan AN Warga Tambun Jaya, pelaku melakukan aksi itu sudah lama. Bahkan pernah ada korban lainnya diminta ke kamar mandi untuk berciuman oleh pelaku ini,”ujarnya.

Kasus ini lanjut dia, terus didalami pihaknya untuk mengusut dan memeriksa beberapa saksi serta para korban, sehingga dapat mengetahui ada tidaknya korban lainnya.

“Masih kami dalami karena masih melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan saksi-saksi, apakah akan bertambah atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu akibat prilakunya ini, pelaku dikenakan pasal 82 ayat 1 UU no 17 tahun 2016, tentang penetapan Perpu No 1 tahun 2016, perubuhan kedua tentang UU perlindungan anak dengan acaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (ab)