Connect with us

Metro Palangka Raya

Rektor UPR Minta Mahasiswa Tak Apatis Terhadap Pemilu Serentak

Published

on

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalteng Ratih Hapsari menyerahkan plakat kepada Rektor Universitas Palangka Raya, DR Andrie Elia SE. MSi usai memberikan sambutan saat kuliah umum APBN 2019, beberapa waktu lalu.

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia Embang SE MSi meminta, mahasiswanya agar tidak bersikap apatis terhadap pelaksanaan pemilihan anggota DPRD, DPD-RI, DPR-RI maupun Presiden dan Wakil Presiden 17 April tahun 2019 mendatang.

“Mahasiswa jangan bersikap cuek atau acuh tak acuh pada pemilu tahun ini,” kata Rektor UPR, kepada UPRjayaraya, Rabu (6/2/2019).

Menurut dia, mahasiswa harus menentukan pilihan pada pemilu tahun 2019. Pilihan sesuai hati nurani, tanpa dipengaruhi, atau mau diiming-imingi sejumah uang. Sebab Pemilu sangat menentukan nasib bangsa kedepannya.

Ia mengingatkan mahasiswa, untuk tidak ikut dalam politik praktis yang menguntungkan oknum tertentu. Apalagi UPR punya pengalaman pahit dalam pelaksanaan pemilu. Hal itu jangan sampai terulang. Politik praktis hanya merugikan mahasiswa. Masa depan akan hancur, dan hilang seketika.

Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah itu menginginkan, mahasiswa UPR menjaga persatuan, dan kesatuan. Caranya tidak menyebarkan berita bohong. Sekarang di media sosial banyak sekali sumber berita yang tidak diketahui kebenarannya.

“Mahasiswa jangan terjebak dalam penyebaran hoax. Teliti dulu sebelum menyebarkan sebuah informasi. Pemilu sangat rawan terjadi konflik, akibat berita yang menyesatkan,” tegas Andrie.(az)

Advertisement