Home / Kotim

Kamis, 3 Januari 2019 - 16:03 WIB

Diseret Ombak, Pedagang Pentol Tewas di Pantai Ujung Pandaran

SAMPIT, KaltengEkspres.com– Naas nasib yang dialami Febry Dewantoro (21). Pemuda yang diketahui pedagang pentol tersebut, ditemukan sudah tak bernyawa di bibir Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (3/12).

Dari informasi yang dihimpun Kalteng Ekspres.com di lapangan menyebutkan, kejadian tewasnya korban ini disebut-sebut berawal saat ia bersama temannya berjualan di pantai setempat, Rabu (2/1/2019) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat berada ditepi pantai ini, korban mandi sendiri.

Baca Juga :  Masyarakat Tak Khawatir Lagi Lewati Jembatan Handil Gayam

Sementara temannya duduk beristirahat di tepi pantai karena kelelahan. Korban yang diketahui tidak bisa berenang ini diduga saat mandi dibibir pantai terseret ombak hingga akhirnya tenggelam.

Jasad korban baru ditemukan warga pada Kamis (3/1/2019) sekitar pukul 10.00 WIB. Seusai ditemukan jasad kemudian dievakuasi ke RSUD Murjani Sampit.

Baca Juga :  Perbaikan Jembatan Handil Gayam Sudah Tahap Pembuatan Pagar

“Korban mandi seorang diri, yang bersangkutan tidak bisa berenang, sedangkan kawannya tidur karena kelahan,” tulis seorang netizen bernama Ahmad Dani ketika dikutip lewat akun Facebooknya.

Sementara itu Kapolsek Jaya Karya AKP Suroto ketika dikonfirmasi Kamis (3/1/2019) membenarkan, adanya penemuan jasad korban tersebut. Menurut dia, saat ini jasad sudah dibawa ke RSUD Murjani Sampit untuk divisum. (pras)

Share :

Baca Juga

Kotim

Peringati HUT Bhayangkara, Polres Kotim Berbagi dengan Warga Kurang Mampu

Kotim

DUARR!! Ban Grader Meledak Tewaskan Karyawan PT SMN

Kotim

Satpam PT Task III Aniaya Warga Hingga Luka Sobek

Kotim

Tipu Warga Hingga Ratusan Juta, Suami Istri Dibekuk Polisi

Kotim

Ditimpa Egrek, Karyawan PT BAT Tewas Mengenaskan

Kotim

Jurnalis Kotim Antusias Ikuti LKJ Tingkat Kodim 1015 Sampit

Kotim

Diterpa Angin Kencang, Rumah Betang Wisata Ambruk

Kotim

Sepasang Pengedar Sabu Dibekuk Polisi
error: Content is protected !!