Beranda 2018 Desember

Arsip Bulanan: Desember 2018

35 Personel Polres Palangka Raya Naik Pangkat

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com– Sedikitnya 35 personel Polres Palangka Raya mendapat hadiah spesial dipenghujung tahun, berupa Kenaikan pangkat satu tinggat lebih tinggi. Kenaikan pangkat tersebut yaitu Ipda ke Iptu satu orang, Bripka ke Aipda 19, Brigadir ke Bripka empat anggota, Briptu ke Brigadir tiga personel dan Bripda ke Briptu delapan anggota.

Kenaikan pangkat dilakukan dalam Upacara Korps Rapot Kenaikan Pangkat langsung dipimpin Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar disaksikan jajaran utama Polres serta istri maupun suami masing-masing personel.
Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, dengan keberhasilan peningkatan pangkat satu tingkat diminta personel menghayati untuk lebih baik dan jangan formalitas tapi jadikan tolak ukur kerja untuk meraih karier ke depannya.

“Jangan berhenti sampai disini untuk lebih baik. Ini adalah penghargaan penghormatan institusi Polri personel selama anggota ini bisa melaksanakan tugas dengan baik,” ujar perwira menengah polri ini.

Timbul menjelaskan, kenaikan pangkat untuk perwira empat tahun, bintara ada percepatan satu menggunakan S1 dan percepatan enam bulan bagi memiliki pendidikan jurusan (dikjur).

“Ingat ini juga berkat dukungan para istri dan keluarga. Belum tentu teman seangkatan bisa naik pangkat. Ini bentuk penghargaan yang diberikan oleh pimpinan kepada rekan semua. Mari rubah pola pikir kita semua. Tunjukkan bahwa kita mampu jadi pelindung, pengayom pelayanan masyarakat,” pungkas Timbul RK Siregar. (dr)

Bawa 10 Botol Miras, Seorang Pemuda Diciduk Polisi

KUALA KAPUAS, KaltengEkspres.com-Anggota Polsek Kapuas Murung kembali menciduk seorang pemuda bernama Ipul. Pria ini diamankan karena kedapan membawa sepuluh botol minuman keras (miras) untuk persiapan menyambut pergantian tahun, di Jalan Mentangai-Kapuas, Senin (31/12).

“Kita melaksanakan giat razia di Jalan lintas Mantangai-Kapuas, yaitu di daerah Palingkau berhasil mengamankan 10 botol miras dari seorang pengendara yang sempat kami curigai,” kata Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro melalui Kapolsek Kapuas Murung Ipda Subandi, Senin (31/12/2018).

Menurut dia, usai diamankan pengendara itu langsung diperiksa secara instentif serta dilakukan tindakan teguran. Sementara puluhan botol miras yang dibawa lansgung disita.

“Yang bersangkutan kami lakukan pembinaan dan barang bukti miras sebanyak 10 botol langsung kami sita, agar miras tersebut tidak digunakan pada malam pergantian tahun,”jelasnya.

Pada kesempatan itu ia mengimbau kepada masyarakat yang ingin menghabiskan malam tahun baru di Kabupaten Kapuas, jangan sekali-kali untuk merayakan dengan miras yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. (ak)

Malam Pergantian Tahun Diisi Istigosah Bersama Lintas Agama

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com– Jelang pergantian tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar memastikan tidak ada pesta keramaian. Melainkan kegiatan diganti dengan menggelar istigosah dan ceramah serta kegiatan bernuansa ibadah lainnya untuk menyambut tahun baru 2019, bersama lintas agama. Acara tersebut dimulai sejak pukul 17.30 WIB di Masjid Agung Riyadlush Sholihin Pangkalan Bun, Senin (31/12/2019).

Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, bahwa istigosah menyambut tahun baru tersebut bertujuan untuk meningkatkan keimanan serta ketaqwaan dan meminta pertolongan kepada Allah SWT agar daerah dan masyarakat Kabupaten Kobar senantiasa diberikan limpahan keselamatan dan keberkahan serta hidayahnya.

“Tahun ini banyak bencana di mana-mana, dan kita tentunya tidak menginginkan hal itu terjadi di daerah kita, untuk itu akan kita gelar istigosah agar dihilangkan atau terlepas dari bala bencana,”ungkap Nurhudayah kepada awak media. (aro)

Selama 2018, Polres Kobar Ungkap 295 Kasus Kriminal

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Sepanjang tahun 2018, Polisi Resort (Polres) Kotawaringin Barat (Kobar) tercatat telah mengungkap sebanyak 295 perkara tindak kejahatan konvensional yang terjadi di wilayah Kabupaten Kobar. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 lalu, yang hanya sebanyak 282 perkara.

Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy Zulkarnain Sirait menjelaskan, kasus yang mendominasi pada tahun 2018 ini meliputi tindak pidana konvensional seperti kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan penganiayaan. Dengan total persentase penyelesian perkara kasus tersebut sebanyak 84 persen.

“Sebagian perkara masih belum selesai, lantaran masih penyidikan,”ungkap Arie Sandy saat membeberkan hasil pengungkapan kasus selama setahun ketika menggelar press release di Aula Mapolres KobarSenin (31/12).

Rinciannya lanjut dia, yakni sebanyak 231 perkara ditangani Polres Kobar, kemudian sebanyak 47 perkara oleh Polsek Arsel, Polsek Kumai 33 perkara, Polsek Pangkalan Lada sebanyak 18 perkara, Polsek Pangkalan Banteng sebanyak 25 perkara, Polsek Aruta 16 perkara dan Polsek Kotawaringin Lama 24 perkara. (aro)

Didor Polisi, Residivis Curat Meringis Kesakitan

KUALA KAPUAS, KaltengEkspres.com– Agus (31) warga Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) terpaks harus dilumpuhkan dengan timah panas dikakinya. Pria ini tumbang didor karena berusaha melawan anggota Polsek Selat bersama Polres Kapuas dan Polsek Batola, saat disergap, Senin (31/12).

Pelaku ini ditangkap karena melakukan aksi pencurian uang dan sebuah telpon seluler (ponsel) milik salah seorang warga, yang sedang melaksakan salat di Masjid Al-Ikhlas Kabupaten Kapuas Minggu (30/12).

“Kejadian pencurian ini berawal saat korban menaruh tas miliknya disamping ia salat di dalam masjid. Ketika korban salat itulah pelaku beraksi dengan langsung mengambil uang dan ponsel milik korban. Setelah itu melarikandiri,” ungkap Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro melalui Kapolsek Selat Akp Johari Fitri Casdy, Senin (31/12/2018).

Dari tangan pelaku ini lanjut dia, pihaknya mengamankan sepasang sendal, jam tangan, ponsel Mito warna biru berserta uang tunai Rp. 300 ribu.

“Akibat ulahnya ini, pelaku kami kenakan pasal pasal 362 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tandasnya. (ak)

Warga Baamang Cekik Leher Istrinya Hingga Tewas

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Tragis nasib yang dialami Kartika Sariyani (48). Wanita ini tewas dicekik suaminya sendiri bernama Said Johar (55), di dalam kamar rumahnya yang terletak di Jalan Walter Condrad Kecamatan Baamang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (30/12) dini hari,  sekitar pukul 00.30 WIB. Kejadian ini sontak membuat geger warga setempat.

Kapolres Kotim AKBP Muhammad Rommel melalui Kapolsek Baamang AKP Agoes Tri mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Minggu dini hari. Berawal saat suaminya ini mengajak istrinya tidur bersama di rumah setempat. Saat itu korban enggan tidur di sampingnya. Bahkan ketika pelaku hendak merangkul, sang istri menolak dengan menangkis tangan pelaku dan menggigit jari tengah tangan kanan pelaku.

“Saat itulah pelaku kesal dan langsung mencekik leher sang istrinya ini hingga tewas,” ungkap Agoes Tri kepada sejumlah awak media Senin (31/12).

Tri menjelaskan, bahwa hubungan suami istri antara keduanya tersebut sudah tidak harmonis, dari keterangan pelaku kepada penyidik, korban juga sudah menggugat cerai pelaku. Namun pelaku tidak ingin bercerai dengan korban.

“Setelah mekakukan tindakannya, pelaku mendatangi keponakannya yang berada di Mentaya Seberang, lalu bercerita kepada keponakannya tentang peristiwa tersebut. Dari keterangan keponakannya ini lah kasus terungkap,”ujarnya.

Seusai kejadian lanjut dia, pelaku sudah berinisiatif untuk menyerahkan diri ke polisi. Karena tempat tinggal keponakannya dekat dengan Kapolsek KPM. Tak lama pelaku pun menyerahkan diri, setelah anggota Polsek KPM mengetahui kejadian tersebut berada di wilayah Baamang, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Anggota Polsek Baamang dan langsung menjemput pelaku.

“Akibat perbuatannya ini, pelaku dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Saat ini ia masih menjalani pemeriksaan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,”tandasnya. (pras)

Lima Gembong Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk Polisi

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Anggota Polisi Resort (Polres) Palangka Raya berhasil membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) antar provinsi, yang kerap beraksi di Palangka Raya Kalteng dan Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim).

Lima pelaku berinisial MK (41) warga Jalan Sisingmaharaja, AM (58) warga Jalan Halmahera, MU (35) warga Jalan Kalimantan, dan SU (34) warga jalan Desa Dandang, Kuala Kapuas, serta DI (45) warga Desa Dandang, diringkus di Palangka Raya dan Kuala Kapuas.

Sedangkan di Mapolres Balikpapan, berhasil menangkap KA (18) warga Jalan Sisinggamaharja, KR (45) warga Pelaihari, Kalsel dan AC (25) warga Jalan Balikpapan, Kaltim serta satu pelaku lain masih dalam pengejaran berinisial YU (40) warga Jalan Menteng.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar, Selasa (31/12) mengatakan, penangkapan terhadap lima pelaku di wilayah Kalteng ini hasil pengembangan, dari penangkapan terhadap dua pelaku berinidial MK dan AM yang dibekuk di Jalan Sisingamaharja, Sabtu (29/12). Setelah itu kasus terus dikembabgkan, sehingga anggota kembali berhasil meringkus tiga pelaku lainnya SU, DI dan MU.

“Jumlah komplotan pelaku yang ditangkap ini delapan orang. Rinciannya lima di Polres Palangka, tiga di Polres Balikpapan dan satu buron. Dari seluruh pelaku diamankan barang bukti (barbuk) 12 sepeda motor,” ungkap Timbul didampingi Wakapolres Kompol Rofik, Kabag Ops Kompol Purwanto dan Kastreskrim AKP Herman Subarkah Senin (31/12).

Timbul menjelaskan, modus para pelaku ini dengan cara beraksi mengincar kendaraan di perumahan yand ada di Kota Palangka Raya. Mereka spesialis beraksi malam hari.

“Para pelaku ini menyasar kendaraan yang berada didepan teras rumah. Baik yang menggunakan kunci stank maupun tidak. Usai beraksi, motor dimasukan ke dalam mobil kemudian dibawa ke barak Jalan Sisingamaharja untuk dikumpulkan sesuai pesanan. Kemudian, dijual kepada pemesan di Kapuas dan Katingan seharga Rp 3-4 juta perunit,”ujar Timbul.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(dr)

Diterpa Angin Kencang, Pasar Pelangsian Ambruk

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pusaran angin kencang melanda Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (30/12). Peristiwa ini mengakibatkan bangunan Pasar Desa Pelangsian ambruk. Kejadian ini membuat geger warga setempat.

Juri warga setempat mengatakan, mengatakan, peristiwa ambruknya pasar setempat sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu para pedagang yang masih tersisa sudah berkemas untuk menutup jualan. Tiba-tiba datang angin kencang berhembus menerpa bangunan pasar hingga roboh.

“Kejadiannya juga sempat mengagetkan kami. Karena saat angin kencang, bangunan langsung ambruk. Tepat dibagian tiangnya patah,”ungkapnya Minggu (30/12) sore.

Selain merobohkan salah satu bangunan pasar, bagian pasar yang lain juga mengalami kerusakan cukup parah, khususnya pada bagian atap. Bahkan sejumlah atap terlepas karena kencangnya tiupan angin. (lh/hm)

Razia THM, Polisi Jaring Pengunjung Dibawah Umur

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Polisi Resort (Polres) Kotim menggelar giar cipta kondisi (cipkon) menyambut Tahun Baru 2019 Sabtu (29/12) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

Razia gabungan yang melibatkan anggota TNI dan Satpol PP Kotim ini, menyasar empat titik lokasi tempat hiburan malam (THM) yang menjadi target operasi.

Dari giat ini sejumlah pengunjung dibawah umur berhasil terjaring dan diamankan ke Mapolres Kotim.

Wakapolres Kotim Kompol Dhovan Oktavianton mengatakan, dalam giat tersebut awalnya menyisir dua tempat karaoke dan dua tempat diskotik. Setelah dilakukan penggeledahan ada beberapa pengunjung yang dicurigai, kemudian diperiksa identitasnya dan dites urine.

“Ketika dilakukan tes urine terhadap semua pengunjung didua lokasi ini belum ada yang terindikasi menggunakan narkoba. Hanya ada ABG yang masih di bawah umur. ABG tersebut, terpaksa kita bawa ke Mapolres Kotim untuk dilakukan pembinaan,”ungkapnya Minggu (30/12).

Ia menjelaskan, diamankannya ABG ini peringatan bagi para orang tua. Karena itu ia mendorong peran orang sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya, terutama saat liburan seperti ini jangan sampai melakukan kegiatan yang negatif di luar rumah.

“Saya mengimbau masyarakat Kotim, agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, sehingga suasana kota bisa kondusif. Karena peran masyarakat sangat penting dalam mendukung situasi kamtibmas di Kotim,”tandasnya. (pras)

Bercanda Meledakan Bandara, Pemuda Kolam Diamankan Polisi

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Ulah seorang pemuda berinisial P, warga Desa Dawak Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) Kabupaten Kobar ini, tak patut ditiru. Ia ditangkap petugas Bandara Iskandar Pangkalan Bun, kemudian diserahkan ke Polisi Sektor (Polsek) Arut Selatan (Arsel) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ia diringkus karena mengeluarkan perkataan candaan membawa bom hendak meledakan Bandara Iskandar Pangkalan Bun, ketika menjemput keluarganya pulang umroh di bandara setempat, Minggu (30/12).

Kapolsek Arsel Zanuar Cahyo Wibowo mengatakan, kejadian ini berawal saat pelaku hendak menjemput saudaranya yang pulang umroh di Bandara Iskandar sekitar pukul 09.45 WIB. Saat berada di bandara ini, oknum pelaku tersebut niatnya bercanda dengan pamanya, dengan mengeluarkan perkataan hendak meledakkan bandara setempat, dengan logat bahasa daerah.

Perkataannya ini didengar oleh petugas Bandara Iskandar. Takut terjadi hal negatif, saat itu juga petugas bandara langsung melaporkan ke Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Iskandar Pangkalan Bun.
Tak lama Kepala UPBU Ambar langsung melakukan komunikasi dengan Lanud Iskandar dan petugas untuk menangkap pelaku.

Setelah ditangkap kemudian tasnya digeledah ternyata didalamnya hanya berisi pakaian, alat mandi, dan obat obatan. Kemudian pelaku diserahkan kepada pihaknya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Akibat ulahnya ini, pelaku terancam dikenakan Pasal 437 junto pasal 344 e Undang-Undang RI No 1 Tahun 2009 tentang penerbangan dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara,”ujar Zanuar kepada awak media Minggu (30/12).

Terpisah Kepala UPBU Iskandar Pangkalan Bun Ambar Suryoko mengakui, telah mengamankan pria tersebut. Ia mengingatkan warga agar jangan bermain dengan kata-kata yang mengandung kekacauan, apalagi di bandara adalah obyek vital.

“Karena ini bisa mengganggu penerbangan dan berdampak panjang pada keselamatan jiwa. Oleh sebab itu saya berharap kepada para pengunjung jangan ada lagi yang mencoba meneror, meski dengan bahasa candaan,”ungkapnya Minggu (30/12).

Sementara itu, pelaku P menyesali perbuatanya tersebut. Ia mengaku tidak menyadari bahwa candaan yang ia katakan membawa dampak kurang baik. Pada kesempatan itu ai berjanji tak mengulangi lagi perbuatannya. (aro)

- Advertisement -

MOST POPULAR

HOT NEWS