Connect with us

Metro Palangka Raya

Melawan, Pelaku Curanmor Tiga TKP Dibedil Polisi

Tersangka saat digelandang ke Mapolres Palangka Raya usai ditangkap Jumat (16/11) tadi malam.

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com –Hendro Prastyo (27) warga Jalan Bukit Raya, mengerang kesakitan. Pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang beraksi di tiga tempat kejadian perkara (TKP) ini ditangkap polisi dengan cara dihadiahi timah panas di kakinya, karena saat disergap sempat berupaya melakukan perlawanan. Ia ditangkap dikediamannya, Jumat (16/11) malam.

Dari tangan pelaku petugas mengamankan barang bukti dua unit sepeda, Kawasaki Ninja 250cc bernopol KH 5073 TT dan Honda Beat DA 6065 WB.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan masyarakat yang kehilangan sepeda motornya. Kasus ini kemudian dilakukan penyelidikan oleh anggota Resmob Palangka Raya bekerjasama dengan Polsek Pahandut dan Polda Kalteng hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap di rumahnya Jalan Bukit Raya.

“Saat ini tersangka sudah kita amankan. Kasus ini masih kami kembangkan untuk melacak barang bukti sepeda motor yang dijual. Karena diduga kuat pelaku ini tidak hanya beraksi di tiga TKP. Melainkan juga ditempat lainnya ,” ungkap Timbul RK Siregar didampingi Kabag Ops Kompol Purwanto, Kapolsek Pahandut Roni Anugrah, Kasat Reskrim AKP Herman Subarkah dan Kapolsek Pahandut Ipda Yusuf di RS Bhayngkara.

Timbul menjelaskan, aksi pelaku tersebut dilakukan pada Jumat (16/11/2018), di Parkiran Barber Shop King Elvis Jalan Seth Adji Kota Palangka Raya. Saat itu pelaku mengambil sepeda motor di parkiran tersebut, kemudian disembunyikan di sebuah barak Jalan Batu Suli Kota Palangka Raya.

“Ketika diintrogasi penyidik. Pelaku mengakui sebelumnya pernah menjual dua unit sepeda motor tanpa Identitas surat menyurat, yakni merek Kawasaki Ninja dijual ke Basarang, Kabupaten Kapuas dan Yamaha R25 dijual ke Kabupaten Pulang Pisau,”papar Timbul.

Akibat ulahnya ini, pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang curat dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sementara itu, pelaku Hendro mengakui, telah mencuri sepeda motor untuk dipakai sendiri. Motor yang ia curi milik temannya sendiri. “Semua saya lakukan untuk mencukupi kebutuhan hidup dan baru tiga kali aya beraksi.” ucapnya singkat.(dr)

Advertisement
loading...
Advertisement