Connect with us

Barito

IRT Nyaris Tewas Dirampok Bandar Arisan

Korban saat terbaring lemah di kamarnya usai dipukuli pelaku Kamis (15/11).

BUNTOK, Kalteng Ekspres.com – Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Misniarwati akrab disapa mama Puput (52), nyaris tewas akibat dipukul pelaku perampokan bernama Syahrudin alias Fanjul (29), di rumahnya yang terletak di Perumahan Karabung Permai RT.40 Kota Buntok, Kamis (15/11) sore. Warga Jalan Pembangunan Kota Buntok ini, nekat melakukan aksi tersebut karena ingin menguasai uang puluhan juta milik korban.

tersangka saat ditangkap anggota Polsek Dusel Kamis (15/11) malam.

Informasi yang dihimpun Kalteng Ekspres.com dilapangan menyebutkan, kejadian berawal saat tersangka bertamu ke rumah korban pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB. Korban yang saat itu mengenal tersangka langsung menerima pelaku sebagai tamu di ruang tamu rumahnya.

Saat itu tersangka melihat korban sedang sendirian di rumah, sehingga langsung melancarkan aksinya untuk merampok korban, dengan melakukan pemukulan dibagian wajah dan kepala, menggunakan batu hingga menyebabkan korban sekarat.

Usai melakukan aksi pemukulan di ruang tamu rumah korban, tersangka mengira korban yang pingsan telah meninggal. Sehingga saat itu tersangka langsung memindahkan kedalam kamar dan menguncinya dari luar. Setelah itu pelaku langsung melarikan diri dengan membawa uang puluhan juta rupiah yang berada dalam tas korban.

Anak korban Ali Mustofa menceritakan, kejadian tersebut diketahui setelah ia pulang ke rumah sekitar pukul 17.00 WIB. Ia melihat darah berceceran di ruang tamu mengarah ke kamar ibunya.

“Saat itu saya kaget melihat darah ini berceceran mengarah ke kamar Ibu. Saat itu saya berusaha memanggil ibu yang berada terkunci di dalam kamar. Namun tidak ada jawaban. Melihat hal tersebut saya langsung melaporkannya ke ketua RT setempat dan langsung ke Mapolsek Dusel. Tak lama anggota Polsek Dusel langsung datang di TKP,” ungkapnya kepada awak media, Kamis (15/11).

Terpisah Kapolres Barsel AKBP Wahid Kurniawan melalui Kapolsek Dusel Ipda Abi Karsa membenarkan, adanya kejadian perampokan tersebut.”Benar ada kejadiannya, anggota kita bersama Resmob Polres Barsel langsung bergerak cepat ke TKP setelah mendapatkan laporan dari anak korban,”ujarnya.

Setelah di TKP lanjut dia, anggota langsung mendobrak pintu kamar yang terkunci, dan mendapati korban berlumuran darah dengan luka di kepala serta wajahnya lebam akibat pukulan.

“Beruntung saat itu korban masih hidup kemudian menceritakan kejadiannya. Sehingga anggota bisa mengetahui pelaku dan langsung memburu tersangka yang akhirnya berhasil kita ringkus di tokonya Jalan Pembangunan,”papar Abi.

Dijelaskan Abi, saat hendak ditangkap tersangka sempat melawan hingga akhirnya terpaksa harus dihadiahi timah panas di kakinya.

“Tersangka mengaku sebelum kejadian ke rumah korban ingin memberitahu bahwa tidak bisa membayar hutang, lalu karena melihat uang korban yang berada di dalam tas secara refleks dia mengambil batu disekitar rumah korban, lalu menghantamkannya ke wajah korban sebanyak lima kali. Tersangka saat ini telah kita amankan beserta uang sekitar Rp 80 juta yang dirampoknya dari korban,”beber Abi.

Akibat perbuatannya ini tersangka di jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.(rif)

Advertisement
loading...
Advertisement