Connect with us

Metro Palangka Raya

Warga Medan Ditemukan Tewas Tenggelam di Parit

Jasad korban saat dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya Minggu (11/11) tadi malam.

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com  Seorang wanita paruh baya bernama Julia Ningsih Br Sembiring (47) mengalani nasib naas. Warga Medan Sumatera Utara ini, ditemukan tak bernyawa tenggelam di dalam parit yang terletak di kawasan perkebunan sawit Jalan Arjuna No. 44, Desa Rawung Ke Habaring Murung, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya. Peristiwa naas itu terjadi Minggu (11/11) sekitar pukul 17.20 WIB.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kejadian diketahui berawal saat korban berniat hendak melihat kebun sawit milik keluarganya tersebut. Saat asik berjalan menyusuri tepi jalan yang ada parit, korvan diduga terpeleset sehingga jatuh ke parit setempat.

Kejadian diketahui suami korban bernama Ginting (56) yang mendengar teriakan minta tolong korban dari dalam parit setempat. Mendengar teriakan itu Ginting langsung ke sumber suara dan melihat korban sudah berada di dalam parit dengan kondisi lemah. Saat itu suami korban ini langsung meminta tolong ke warga sekitar. Namun ketika dievakuasi warga, korban sudah tidak bernyawa.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, awalnya korban bersama suaminya ini mengunjungi pondok milik kerabat mereka di area perkebunan sawit di Jalan Arjuna No. 44, Desa Rawung Ke Habaring Murung, Kecamatan Bukit Batu. Mereka bahkan sempat menikmati durian di pondok kebun sawit setempat, yang dibeli sebelum peristiwa naas terjadi.

Tidak lama, keduanya kembali ke dalam kebun sawit untuk mencari keberadaan sang adik pemilik kebun sawit. Namun tidak bertemu hingga akhirnya suami korban pergi lagi mencari adiknya untuk kedua kalinya. namun begitu kembali, justru istrinya sudah ditemukan mengambang di tengah parit tak bernyawa.

“Jadi ketika kejadian korban sendiri dan suaminya mencari adiknya. Suaminya pergi lagi sekitar 25 menit, begitu kembali kondisi istrinya sudah mengambang di tengah parit. istrinya ditinggal di pinggir parit tidak jauh dari pondok,”ungkap Timbul.

Sementara itu suami korban, Ginting (56) mengatakan, sudah berupaya melakukan penyelamatan terhadap istrinya dari dalam parit. Namun kondisi sulit karena parit memiliki lebar sekitar empat meter.

“ Saya sudah berusaha tapi parit itu dalam dan kesusahan menyelamatkan almarhum bahkan sempat nyatis tenggelam juga. Intinya saya tidak menyangka ini terjadi,”ucapnya. (dr)

Advertisement
loading...
Advertisement