Connect with us

Kobar

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Kepsek SMA 1 Pangkalan Bun Mengundurkan Diri

Sekolah SMAN-1 ketika ditutup pihak sekolah Senin (12/11).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com
Kepala Sekolah (Kepsek) berinisial US nyaris didemo para siswanya sendiri Senin (12/11). Ini disebabkan karena ia diduga telah melakukan perbuatan pelecehan seksual kepada seorang siswa laki-laki di sekolah setempat.

Parahnya lagi, kasus ini cenderung ditutupi oleh pihak sekolah. Karena saat sejumlah awak media bersama petugas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kobar datang ke sekolah. Pihak sekolah malah menghalang-halangi.

Sementara itu, sebelum rencana aksi demo berlangsung, tepatnya Minggu (11/11), pihak terkait telah menggelar pertemuan di kediaman Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah. Pertemuan ini dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Kalteng, Kadis Pendidikan Kabupaten Kobar, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKKB), perwakilan guru SMA 1, perwakilan siswa peserta aksi dan orang tua korban. Pertemuan yang digelae sejak pukul 18.00 WIB-20.00 WIB, menghasilkan kesepakatan bahwa aksi tersebut dibatalkan.

Dalam kesepakatan ini juga menyatakan bahwa Kepsek SMAN 1Pangkalan Bun berinisial US mengundurkan diri terlebih dahulu dari jabatannya.

Surat pengunduran dirinya ini dibacakan oleh Kasubag Tugas Pembantuan Disdik Kobar Rahmad Trisdijanto, didepan siswa-siswi saat digelarnya upacara bendera di sekolah setempat, Senin (12/11).

“Yang bertandatangan dibawah ini US, selaku Kepsek SMAN-1 Pangkalan Bun dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari jabatan kepala sekolah per 12 November 2018. Demikian surat ini kami buat tanpa ada paksaan dari pihak manapun,”ungkap Rahmad. (aro)

Advertisement
loading...
Advertisement