Connect with us

Seruyan

Diserang Penyakit, 644 Ha Kebun Pisang Seruyan Bakal Diremajakan

Kepala DKPP Seruyan Sugiannoor saat memberikan keterangan kepada awak media Jumat (2/11).

KUALA PEMBUANG, KaltengEkspres.com-Seluas 2.000 hektar (ha) kebun pisang milik petani di Desa Bangun Harja Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan diserang oleh penyakit. Dari ribuan hektar tersebut rencananya sebanyak 644 ha lahan kebun pisang di daerah setempat diremajakan.

“Awalnya perkebunan di desa tersebut diserang oleh penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh cendawan, namun sudah kita tangani, tapi setelah beberapa waktu kemudian diserang kembali oleh penyakit yang lain,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan Sugian Noor di Kuala Pembuang, Jum’at (2/11).

Setelah mengetahui bahwa perkebunan di daerah tersebut kembali diserang penyakit lanjut dia, pihaknya langsung turun kelapangan untuk mengambil bagian tongkol, batang, dan bagian lainnya dari pohon pisang yang mengalami penyakit tersebut.

“Sesuai dengan instruksi anggota DPRD Kaltenh Pak Totok Sugiharto yang sudah melakukan reses dilokasi tersebut, kami langsung membawa sempel ke laboratorium untuk diidentifikasi dan ternyata positif ditemukan blood disease bacteria (BDB),”ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa ini merupakan hal yang baru dan harus diselesaikan dengan diskusi bersama, dan sudah disepakati bersama bahwa lahan tersebut akan dilakukan sterilisasi.

“Jadi sudah kita sepakati bersama dengan pihak desan dan dengan anggota DPRD Kalteng juga, bahwa rencananya sebagian lahan tersebut akan dilakukan sterilisasi,” tambahnya.

Sedangkan untuk luas lahan yang akan dilakukan peremajaan yaitu seluas 644 hektare dari 2000 hektare lahan yang terinfeksi dan Pemkab Seruyan sendiri akan berupaya semaksimal mungkin untuk memecahkan masalah ini.

Sementara itu anggota DPRD Kalteng Totok Sugiharto mengatakan, program peremajaan ini akan dianggarkan pada tahun 2019 mendatang, mengingat ini sudah memasuki akhir tahun 2018.

“Akan kita bahas pada penganggaran tahun 2019 mendatang, pihak kabupaten tinggal membuat rincian program dan kegiatannya saja dan nanti akan kita bahas di provinsi,”paparnya.

Karena proses sterilisasi ini memerlukan waktu yang cukup lama tambahnya, ia mengimbau kepada petani, sambil menunggu proses sterilisasi, lahan yang ada sebaiknya digunakan untuk menanam komuditas yang lain seperti jagung dan kedelai. (al)

loading...
Advertisement
loading...
Advertisement