Home / Kotim

Rabu, 3 Oktober 2018 - 21:27 WIB

Diduga Kuat Unyir Tewas Dibunuh Karena Motif Asmara Terlarang

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Secara perlahan, penyebab tewasnya Muhammad Zaidi alias Unyir yang ditemukan mengapung di Sungai Mentaya, mulai terkuak. Diduga kuat, warga asal Kalimantan Selatan (Kalsel) ini tewas dibunuh.

Motifnya diduga karena masalah asmara. Lantaran korban ini diketahui menjalin hubungan asmara terlarang dengan istri orang yang dikenalnya lewat media sosial (medsos) facebook (FB).

Hal ini terungkap dari sejumlah saksi yang sempat melihat korban sebelum tewas, pada Senin (1/10) malam lalu, sedang makan berduaan dengan wanita tersebut di salah satu warung yang terletak di belakang Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.

“Saat asik makan ini, saat itu datang dua orang pria yang menghampiri korban. Kemudian melakukan pemukulan dan menyeretnya ke dermaga serta membawa korban menggunakan kelotok ke Sungai Mentaya arah menyeberang ke Seranau. Sejak itu kami tidak tahu lagi, “ungkap salah seorang warga yang tidak bersedia namanya dipublik Rabu (3/10).

Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kasatreskrim AKP Wiwin Julianto ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya temuan mayat tersebut. Menurut dia, kasus temuan mayat ini masih diselidiki pihaknya.

Sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab tewasnya korban. Lantaran masih menunggu hasil visum dan penyelidikan di lapangan untuk mengungkap penyebab kematian korban tersebut. (lh/hm)

Share :

Baca Juga

Kotim

Pengedar Sabu Diringkus di Kebun

Kotim

TNI dan Masyarakat Tak Kenal Lelah Membangun Jembatan 

Kotim

Kapolres Kotim Pimpin Penyergapan Pengedar 1 Ons Sabu Ketapang

Kotim

Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMP Bumitama Gelar Seminar Parenting

Kotim

Pencarian Korban Tenggelam Kerahkan Tim Penyelam

Kotim

Tanda Terimakasih dengan Program TMMD, Warga Bagikan Air Minuman untuk Anggota TNI

Kotim

BPJS Kesehatan Sampit Buka Layanan Pendaftaran melalui Aplikasi Whatsapp

Kotim

Edar 2 Ons Sabu, Bandar Kelas Kakap Diringkus Polisi