Connect with us

Metro Palangka Raya

Depresi, Napi Rutan Palangka Raya Nekat Bunuh Diri

Petugas kepolisia saat melakukan identifikasi jasad korban yang dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya Selasa (16/10).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com–Aksi nekat dilakukan Arifin alias Ateng (30). Pria nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan kain.Warga Jalan Nangka Desa Agung Mulya 2D, Kecamatan Telaga Antang Kabupaten Kotawaringin Timur itu bunuh diri di dalam WC, di sel tahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIA Palangka Raya, Selasa (16/10) pagi, sekitar pukul 06.31 WIB.

Diduga kuat aksi nekat mengakhiri hidupnya ini dilakukan Arifin karena depresi usai mendapatkan vonis 2 tahun penjara. Terlebih selama mendekam dalam sel tahanan rutan setempat tidak pernah dibesuk anggota keluarganya.

Kematian korban ini murni bunuh diri dan kini jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka. Dari lokasi ditemukan barang bukti berupa kain dan bajunya yag sudah diamankan.

Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Herman Subarkah mengatakan, motif korban nekat mengakhiri hidupnya denga cara gantung diri karena depresi. Ini diperkuat dari hasil penyelidikan ditubuh korban tidak ditemukkan tanda bekas kekerasan.

”Korban ini statusnya masih tahanan di rutan setempat dalam kasus penggelapan. Ia nekat mengakhiri hidupnya karena murni bunuh diri dan tidak ada ditemukan tanda kekerasan,”ungkapnya Selasa (16/10).

Herman mengatakan, jasad korban ini ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 05.00 WIB. Saat semua penghuni Rutan selesai melaksanakan salat subuh dan olahraga pagi.

“Saat itu korban diketahui tidak kunjung keluar dari WC yang berada didalam Sel. Salah satu saksi yang kebetulan hendak menggunakan wc mencoba memanggil korban namun tidak ada jawaban, dan setelah dibuka kain penutup yang digunakan untuk menutup wc tersebut. Saksi kaget melihat tubuh korban sudah tergantung dengan leher terikat kain bahalai diatas ventilasi udara,”ujanya.

Seusai mengetahui kejadian ini lanjut dia, saksi melaporkan ke petugas sipir dan dilanjutkan menghubungi SPKT Polres.

“Kita sudah melakukan olah TKP dan murni memang bunuh diri. Gantung diri di ventilasi menggunakan kain dan berpangku pada kaleng cat. Sudah ditangani dan ditindak lanjut,” tandasnya.(dr)

loading...
Advertisement
loading...
Advertisement