Connect with us

Kobar

RKS Project Gebrak Balantika Musik Nasional

Personel RKS Projeck saat tampil diikuti anggota DPD RI Rahman di Kafe Vercube Minggu (14/10).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Group musik asal Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah (Kalteng) bernama RKS Project, turut meramaikan kancah balantika musik nusantara. Band yang digandrungi sepuluh pemuda bernama Ibnu, Rahmad, Hendra, Raja, Deka, Fajar, Aas, Erlin, Anjar dan Nando ini, telah mengeluarkan lagu pertamanya berjudul Rindu Kampung Sekok.

Lagu bernuansa ke daerahan tersebut telah dirilis satu tahun lalu, dan sudah sering didengarkan warga serta dinyayikan disetiap event kegiatan di Kabupaten Kobar. Bahkan untuk memperkenalkan video klipnya, Band RKS Project menggelar lounching di Kafe Varcube Bundaran Pancasila Minggu (14/10) sekitar pukul 20.00 WIB.

“RKS project tercetus pada bulan Agusts 2017, RKS sendiri termotivasi karena minimnya lagu daerah yang ada di Kobar, lagu ini lahir karena ingin mengenalkan lagu kedaerahan,”ujar Ibnu Vocalis RKS kepada awak media.

Ia mengatakan, kesan pertama kali dilirik karena kepingin lagu ini bisa diakui oleh warga Kobar dan seluruh rakyat Indonesia. Lagu ini sangat menjiwai dan punya karakter kedaerahan yang kental sekali.

“Harapannya bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dan bisa menjadi percontohan bagi daerah tetangga untuk menciptakan lagu daerah masing masing,”ungkapnya.

Sementara itu Muhammad Rahman anggota DPD RI yang menjadi bintang video klipnya mengatakan, video tersebut layak dinikmati, apalagi membawakan lagu daerah Kobar. Bahkan ia mengungkapkan, saat menjadi bintang video RKS ada rasa canggung, ternyata ekting pembuatan video gampang gampang susah.

“Saya yakin dengan talenta musisi RKS membawakan lagu daerah akan bisa berbicara di belantika musik nasional, terutama lagu daerah dan ini perlu suport dan dukungan dari semua pihak termasuk pemkab, agar nantinya RKS Project ini bisa betul betul go nasional kalau bisa internasional, saat lagu Rindu Kampung Sekok sudah bisa dinikmati,”ucap Rahman. (sro).

loading...
Advertisement
loading...
Advertisement