Connect with us

Kotim

Dikepung Warga, Maling Sarang Walet Bersenpi Sudah 7 Jam Terkurung di Bangunan

Anggota Poksek Cempaga saat berjaga di luar bangunan sambil proses mediasi terhadap kedua pelaku yang berada di dalam bangunan agar menyerahkan diri, Rabu (26/9).

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Warga Desa Patai Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digegerkan, dengan ulah komplotan pencurian sarang walet yang beraksi mencuri sarang walet milik H Hasan yang terletak di RT 2 Desa Patai Kecamatan Cempaga, Rabu (26/9) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Sampai dengan pukul 08.00 WIB ini, pelaku yang diduga berjumlah dua oranh masih terkurung di dalam bangunan karena dikepung ratusan warga bersama anggota Polsek Cempaga. Namun karena pelaku bersenjata api (senpi) mengakibatkan upaya proses penangkapan sampai saat ini terus berjalan.

Kepala Desa (Kades) Patai Pardi mengatakan, para pelaku ini beraksi awalnya berjumlah lima orang menggunakan mobil. Dari kelima pelaku ini, tiga berada di dalam mobil menunggu, sedangkan dua lainnya masuk ke dalam bangunan beraksi mencuri sarang walet.

“Saat keduanya ini beraksi, pemilik bangunan walet H Hasan mendengar ada suara mencurigakan dari dalam bangunan seperti ada aksi pencurian sekitar pukul 01.00 WIB. Pemilik langsung melaporkan ke kita melalui via telpon seluler (ponsel). Setelah itu sekitar pukul 02.30 WIB, kita membangunkan warga untuk mendatangi lokasi,”ungkap Pardi kepada KaltengEkspres.com Rabu (26/9).

Setelah itu lanjut dia, warga kumpul kemudian mendatangi lokasi. Melihat warga berdatangan, tiga pelaku yang berada di mobil langsung melarikandiri. Sementara dua pelaku lainnya yang berada di dalam bangunan sampai saat ini posisinya masih terkurung di dalam bangunan karena telah dikepung warga dan anggota Polsek Cempaga yang telah dihubungi.

“Warga tidak berani langsung masuk menangkap ke dua pelaku, karena saat hendak masuk ke dalam bangunan, salah seorang pelaku sempat mengeluarkan bunyi tembakan senjata api. Karena itu saat ini upaya mediasi terus dilakukan polisi dan warga agar pelaku bersedia menyerahkan diri,”ujar Pardi. (man/hm)

loading...
Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement