Connect with us

Barito

Gawat…DBD Menyerang Barsel, Sudah Ditemukan 23 Penderita

Kadinkes Barsel dr Djulita K Palar

BUNTOK, KaltengEkspres.com Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dalam beberapa bulan terakhir terus meningkat. Dari data yang dihimpun Kalteng Ekspres.com di Dinas Kesehatan (Dinkes) Barito Selatan (Barsel), yang diperoleh dari RSUD Jaraga Sasameh Buntok dan puskesmas di Barsel tercatat sudah sebanyak 23 orang positif DBD dan 6 pasien statusnya masih suspek.

Kepala Dinas Kesehatan Barsel dr Djulita K Palar mengakui, adanya sejumlah penderita tersebut. Menurut dia, saat ini penderita DBD di Barsel mulai banyak. Hanya tidam ada yang meninggal dunia.

“Saat ini merebak kasus DBD di Barsel, erat kaitannya dengan musim penghujan dan pancaroba yg merupakan musim nyamuk berkembang biak dengan cepat. Oleh karenanya sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran penyakit DBD serta menghadapi musim penghujan dan pancaroba saat ini, kita di Dinkes sudah menggencarkan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk pembawa penyakit DBD,” kata dr djulita k palar kepada Kalteng Ekspres.com Selasa (18/9/2018).

Giat PSN ini lannut dia, melalui imbauan ke masyarakat agar menerapkan Pola Hidup Bersih dan menggalakkan kampanye Gerakan 3M Plus.

“Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara 3M Plus merupakan salah satu upaya pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien, serta dapat dilakukan oleh semua masyarakat,”ungkapnya.

Kegiatan 3M plus tersebut adalah, Mengubur, Menguras, Menutup, dan Menabur bubuk abate ke tempat penampung air. Gerakan tersebut bertujuan mencegah perkembang biakan nyamuk aedes aegypti sebagai vektor penularan DBD.

“Menghilangkan jentik-jentik/larva nyamuk, imbuhnya, lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa. Karena nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di genangan air yang bersih di sekitar lingkungan kita.Untuk pemberantasan jentik ini kita bisa lakukan berbagai cara  salah satunya adalah dengan  3M PLUS tesebut dan juga menaburkan bubuk abate (abateisasi),”paparnya. (rif)

loading...
Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement