Connect with us

Metro Palangka Raya

Dipicu Api Sampah, Rumah Warga di Pal 8 Terbakar

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar saat turun langsung ke TKP turut meninjau lokasi bersama anggota melakukan pemadaman api Jumat (24/8).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.comSebuah rumah sekaligus bekas bengkel milik Rudi Irawan (41), yang terbuat dari kayu terletak di Jalan Tjilik Riwut KM 8 Kota Palangka Raya terbakar habis dilalap api Jumat (24/8) sore, sekitar pukul 15.20 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun membuat panik pemilik rumah hingga membuat ia shock. Akibat kejadian ini, pemilik rumah Rudi mengalami kerugian ratusan juta karena tidak ada satupun barang di dalam rumah yang berhasil selamat.

Mirisnya, saat kejadian warga setempat hanya menyaksikan bahkan memvideo peristiwa tersebut tanpa membantu pemilik rumah memadamkan api. Kondisi ini diperparah karena petugas pemadam kebakaran terlambat berada di lokasi. 

Informasi yang dihimpun Kalteng Ekspres.com di lapangan menyebutkan, kejadian kebakaran ini dipicu api dari membakar sampah. Api kemudian menjalar ketumpukan ban hingga menghanguskan bangunan rumah yang berada disamping. 

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut. Namun berdasarkan kesaksian pemilik bangunan, bahwa api muncul dari sampah yang dibakar, lalu merembet ketumpukan ban hingga akhirnya menghanguskan bangunan rumah.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan saksi. Intinya ini terjadi dari membakar sampah hingga merembet ke ban dan membakar bangunan,”ungkap kapolres di lokasi kejadian, Jumat (24/8).

Sementara itu pemilik rumah Rudi mengatakan, sebelum terbakar ia terlebih dahulu membakar sampah. Lalu, ditinggal hingga menjalar ke tumpukan ban tak jauh dari tempat membakar. Saat itu api membesar hingga melalap bangunan.

“Saya tadi membakar sampah lalu ditinggal ke belakang ke tempat keluarga, mungkin apinya menjalar ke tumpukan ban dan merembet ke bangunan. Hanya saya sayangkan tidak ada yang membantu ketika api masih kecil padahal banyak orang yang lalu lalang,”ujarnya. (dr)

loading...
Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement