Satpol PP Bongkar Lapak PKL di Kawasan Bundaran Pangkalan Lima

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) melalui petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kobar membongkar sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada disekitar kawasan Bundaran Pangkalan Lima. Lapak PKL ini dobongkar karena dianggap menganggu ketertiban umum, dan merusak pemandangan kawasan setempat.

“Kegiatan pembongkaran lapak PKL ini dilakukan, karena sebelumnya para PKL sudah diberikan surat edaran agar membongkar sendiri lapaknya. Jika tidak digubris, maka petugas Satpol yang melakukan pembongkaran.,”ungkap Bupati Kobar Hj Nurhidayah kepada sejumlah awak media Jumat (6/7).

Sampai dengan batas waktu yang ditentukan lanjut bupati, rupanya belum ada itikad baik dari pedagang membongkar sendiri lapaknya, sehingga terpaksa petugas Satpol PP yang turun melakukan pembongkaran dibantu sejumlah aparat baik dari TNI dan Polri.

“Sebenarnya kita menargetkan per 1 Juni 2018 lalu, sejumlah kawasan yang telah ditetapkan dilarang menjadi tempat berjualan harus bersih dari PKL. Namun karena masih memberikan batas toleransi agar para PKL bisa mematuhi untuk membongkar lapaknya sendiri, akhirnya sikap tegas baru dilaksanakan hari ini,”ujar bupati.

Menurut bupati, selain di kawasan setempat giat pembongkaran lapak PKL ini ke depan juga dilaksanakan di sejumlah tempat lainnya. Hanya dilakukan secara bertahap tidak sporadis, lantaran Pemkab Kobar  tetap memberikan sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu dengan memberikan toleransi batas waktu kepada para pedagang.

“Jika waktu itu sudah habis seperti saat ini, maka terpaksa kita turunkan petugas Satpol PP untuk melakukan pembongkaran. Dan tadi saat dilokasi juga ada pemiliknya yang ikut melakukan pembongkaran, berati sudah ada kesadaran dari mereka,”papar Nurhidayah.

Ditempat yang sama Kasatpol PP Kobar Majerum Purni mengatakan, giat pembongkaran ini melibatkan puluhan petugas Satpol PP Kobar dibantgu anggota dari TNI dan Polri. Giat tersebut ke depan terus digalakan terutam ditempat yang dianggap telah dilarang untuk dijadikan tempat berjualan. (hm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here