Beranda 2018 Juli

Arsip Bulanan: Juli 2018

Ditinggal ke Warung, Rumah dan Gedung Walet di Penyahuan Diamuk Jago Merah

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Sebuah rumah dan gedung walet milik warga bernama Nawi di Desa Tumbang Penyahuan RT 05 Kecamatan Bukit Santuai diamuk jago merah, Selasa (31/7). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun peristiwa tersebut mengakibatkan pemilik mengalami kerugian Rp 200 juta lebih.

Informasi yang dihimpun KaltengEkspres.com di lapangan menyebutkan, peristiwa ini terjadi sore sekitar pukul 15.00 WIB. Api menghabiskan satu buah bangunan rumah dengan ukuran 5×8 meter persegi terbuat dari kontruksi bangunan dinding dan lantai dari kayu sementara atap seng. Sedangkan satu buah bangunan sarang walet tingkat 4 dengan ukuran 5×8 meter persegi dengan kontruksi bangunan tiang kayu ulin dinding seng multiroop dan lantai cor semen.

Kejadian berawal saat pemilik rumah dan bangunan pergi belanja ke warung. Saat ditinggal kosong ini lah, api menyala dari dalam rumah kemudian membesar hingga melalap bangunan sarang walet yang berada tidak jauh dari rumah sehingga membuat geger warga setempat. Beruntung saat kejadian, warga dengan peralatan seadanya berjibaku melakukan pemadaman beramai-ramai sehingga api dapat dipadamkan sekitar 16.30 WIB.

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kapolsek Mentaya Hulu Ipti Ratno saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, kebakaran yang terjadi sore ini tadi menghabiskan satu buah rumah dan satu gedung sarang burung walet.

“Kejadian ini kita ketahui dari laporan masyarakat. Saat itu kami langsung menuju TKP, namun api sudah membesar dan menjalar ke gedung walet yang berada di samping rumah,”ungkap Kapolsek kepada Kalteng Ekspres.com Selasa (31/7).

Ia menjelaskan, rumah yang terbakar tersebut sudah ditempati korban kurang lebih 20 tahun. Pada saat kejadian dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya keluar mencari makan ke warung. “Saat ini kita masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut,”ujar Ratno. (MR)

Kejar Target 25 Ribu PTSL, BPN Kapuas Minta Dukungan Kecamatan dan Kelurahan

KUALA KAPUAS, KaltengEkspres.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kapuas mengharapkan dukungan pemerintah desa (Pemdes), kelurahan dan kecamatan permudah pengurusan administrasi warga perdesaan. Hal ini untuk mendukung program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) dengan target 25.000 se-Kabupaten Kapuas tahun 2018.

Kepala Kantor BPN Kabupaten Kapuas Suraji mengatakan, dalam rangka mencapai target 25.000 PTSL, BPN Kapuas tidak bisa berkerja sendiri, melainkan perlu dukungan dari pemerintah kecamatan, kelurahan dan Pemdes. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat yang diharapkan proaktif untuk mengurus data tanah serta keperluan administrasi agar bisa diajukan untuk PTSL.

“Untuk Pemdes dan kecamatan tentunya kami mengimbau permudah masyarakat untuk memenuhi administrasi pertanahan. Permudah masyarakat untuk mengurus kelengkapan berkas, sehingga bisa memenuhi adminsitrasi yang diperlukan. Kemudahan ini bisa dilihat dari nilai dan waktunya,” kata Suraji kepada awak media, Selasa (31/7).

Kepada masyarakat, dia juga mengingatkan agar segera membuat tanda batas dan memasang patok serta melengkapi keperluan berkas dalam pengajuan PTSL. Kemudian juga diharapkan, permasalahan tanah agar tidak terjadi, karena itu akan mempengaruhi dan membawa masalah ke depan.

“Pertama pasang tanda batas, kedua siapkan surat-surat kepemilikan. Kami berharap kepada masyarakat untuk segera melakukan dua hal itu,”ujarnya.

Ditanya target yang mencapai 25.000 tersebut? Suraji mengaku sangat optimistis bisa tercapai. Dia menegaskan, bahwa pada minggu pertama Agustus 2018 sudah bisa mendata 100 persen, dan pada minggu kedua data fisik sudah bisa terpenuhi termasuk data pengajuan sertifikat diluar PTSL seperti tanah wakaf serta lahan pertanian.

“Target kita sebenarnya sangat besar, paling besar dari semua kabupaten di Provinsi Kalteng. Selain PTSL 25.000, juga untuk lahan pertanian ada 1.000 dan tambahan lagi 1.500 tanah wakaf serta rumah ibadah 156. Tapi kita kerja ekstra untuk bisa memenuhi itu,” tandasnya. (so)

Sering Melintas di Jalan Raya, Keberadaan Hewan Ternak Liar Dikeluhkan Warga

KUALA PEMBUANG, KaltengEkspres.com – Warga Seruyan mengeluhkan banyaknya hewan ternak seperti sapi dan kambing yang sering berkeliaran di jalanan umum bahkan di jalan lintas kota.

Aldi salah seorang warga menuturkan, selama ini marak hewan ternak menyebrang jalan secara tiba-tiba sehingga membahayakan bagi pengguna jalan khususnya saat malam hari.

“Sering di daerah kalaf (perbatasan Seruyan – Kotim) itu sapi menyeberang jalan secara tiba-tiba terutama pada malam hari. Sehingga berbahaya bagi pengguna jalan,”ujarnya kepada Kalteng Ekspres.com, Selasa(31/7/2018).

Ia menerangkan, sudah ada beberapa kejadian kendaraan yang menabrak hewan ternak yang menyeberang jalan tiba-tiba.

“Sudah ada beberapa kali kendaraan yang tertabrak hewan tersebut, hingga rusak parah,”ucapnya.

Warga Desa Pematang Panjang ini mengatakan, bahwa pihaknya tidak mengetahui pasti pemilik hewan ternak tersebut. Lantaran dipelihara berkeliaran seperti tidak ada pemiliknya.

“Kalau ada kejadian siapa yang rugi, ya kedua pihak dan tentunya pengguna jalan yang pasti sangat terganggu apalagi sampai terjadinya kecelakaan,”paparnya.

Ia berharap, agar pihak yang berwenang segera mengambil tindakan sehingga kedepan tidak terjadi hal yang dapat menimbulkan kerugian bagi banyak orang.

“Semoga cepat di tindaklah, kalo perlua diamankan saja karna memang pemiliknya tidak jelas juga siapa,”tandasnya. (vs)

Polsek Mentangai Bongkar Pembalakan Liar di Sungai Mentangai Hulu

KUALA KAPUAS, KaltengEkspres.com – Polisi Sektor (Polsek) Mentangai membongkar pembalakan liar yang terjadi di Desa Mentangai Hulu Kecamatan Mentangai Kabupaten Kapuas, Senin (30/7/2018) sore. Dari giat ini diamankan sebanyak 800 batang kayu gelondongan. Sayangnya, saat berada di lokasi pemilik kayu sudah tidak berada ditempat.

Kapolsek Mentangai AKP Kristanto Situmeang mengatakan, kayu yang diamankan tersebut berada di jalur Sungai Mantangai Desa Mantangai Hulu. Kayu ini dalam kondisi sudah ditinggal pemiliknya. Sehingga diduga kuat merupakan kayu ilegall tanpa dokumen.

“Giat ini kita laksanakan setelah sebelumnya menerima informasi dari masyarakat. Menindaklanjutinya, kami langsung berangkat ke lokasi dan mengamankan 800 kayu gelondongan campuran. Sedangkan pemiliknya masih kita selidiki,”ujar Kristanto Situmeang, Selasa (31/7).

Mantan Kasat Narkoba Polres Kotawaringin Barat ini menjelaskan, kayu tersebut diduga tanpa dilengkapi Surat Keterangan Hasil Hutan Kayu Bulat (SKSHHKB). Sehingga diamankan ke Polsek Mantangai untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

“Sejauh ini pelaku pemilik kayu masih kita selidiki. Jika nanti berhasil ditangkap ia bisa dikenakan pasal 83 ayat (1) huruf b Jo pasal 12 huruf e UU RI No 81 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan ancaman hukumam 10 tahun penjara,”paparnya. (so)

Tiga Pengedar Zenith Digulung Polisi

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com  Anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Palangka Raya meringkus tiga orang pelaku pengedar obat zenith bernama Gali Fitrianto alias Galih (37), Ramadhan alias Rama (24) dan Kisharto alias Kis (43). Ketiga pelaku ini diciduk dilokasi berbeda pada Selasa (31/7). Dari ketiganya ini diamankan ratusan butir pil zenith siap edar kepada para pelanggan.

Informasi yang dihimpun Kalteng Ekspres.com di lapangan menyebutkan, pelaku pertama yang ditangkap Gali Fitrianto. Pria warga Jalan Bali yang bekerja sebagai tukang parkir di kawasan Pasar Besar Palangka Raya ini, diringkus anggota di Jalan Darmosugondo. Dari tangannya diamankan barang bukti berupa 20 butir zenith dan uang tunai Rp 615 ribu.

Sedangkan pelaku kedua yang ditangkap Ramadhan alias Rama. Pria ini dibekuk di Jalan Dr Murjani, tidak jauh dari rumahnya. Dari pelaku ini diamankan barang bukti 266 butir zenit dan uang tunai Rp 649 ribu. Sementara pelaku terakhir diringkus Kisharto. Pria ini diringkus di Jalan RTA Milono, tidak jauh dari kediamanya.

Dari tersangka ini diamankan barang bukti delapan box atau 800 butir zenith, uang tunai Rp 170 ribu, kotak plastik tempat uang dan kantong plastik warna merah.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, ketiga pelaku ini sebelumnya merupakan target operasi (TO) anggota Satresnarkoba Polres Palangka Raya. Penangkapan ini berawal saat anggota mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada peredaran gelap narkoba di tiga TKP tersebut.

“Menindaklanjuti informasi ini, kami langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan hingga dilakukan penangkapan terhadap ketiga pengedar zenith tersebut,”ungkap Kapolres didampingi Kasatresnarkoba AKP Gatoot Sisworo saat press release di Mapolres Palangka Raya Selasa (31/7).

Dari pengakuan para tersangka lanjut Kapolres, obat tersebut dibeli dari luar Palangka Raya, kemudian dipasok ke Palangka Raya lalu diedarkan kepada masyarakat, baik yang berprofesi sebagai buruh, tukang parkir hingga masyarakat biasa.

”Kasus ini masih kita dalami diduga ada jaringan besar dalam kejahatan ini,”papar Timbul.

Sementara itu pengakuan salah seorang pelaku Kisharto, barang haram itu didapatnya dengan cara membeli dari seseorang. Ia menjual perbungkus berisi delapan butir seharga Rp 80 ribu .”Uangnya buat kebutuhan sehari-hari dan dijual kepada masyarakat, termasuk tukang parkir,”ucapnya.

Atas perbuatan itu seluruh pelaku ditetapkan tersangka sesuai pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (dr)

Dipicu Miras, Dua Pengendara Motor Terlibat Tabrakan, Satu Tewas Terkapar

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) merenggut korban jiwa kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dua sepeda motor yakni Yamaha Vixion Nopol KH 6356 LR yang dikendarai Feri Irawan (18) berboncengan dengan Marsugi (17), terlibat tabrakan dari arah berlawanan dengan pengendara motor Yamaha MX King tanpa plat yang dikendarai Bandi (18) berboncengan dengan Bombom (15), di ruas Jalan Anjar Sugianto KM 18 Desa Sungai Hanya Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotim Senin (30/7).

Kejadian ini mengakibatkan pengendara motor Yamaha Vixion Feri Irawan tewas di tempat kejadian perkara (TKP), karena mengalami luka berat di badan serta kepala akibat benturan.

Informasi yang dihimpun KaltengEkspres.com di lapangan menyebutkan, kecelakaan ini bermula saat motor Vixion Nopol KH 6356 LR yang di kendarai Feri Irawan berboncengan dengan Marsugi melaju dari arah Sangai menuju Kalang. Ketika melintasi ruas jalan tikungan di KM 18 dengan kecepatan tinggi sekitar pukul 08.00 WIB, pengendara Vixion menikung terlalu melebar, pada saat bersamaan melaju dari arah berlawanan pengendara Mx King tanpa plat yang dikendarai Bandi berboncengan dengan temannya Bombom, sehingga terjadi tabrakan.

Akibat kejadian ini, pengendara Vixion langsung tewas di tempat kejadian, sedangkan temannya yang diboncengi terpental hingga beberapa meter kemudoan menagalami luka lecet pada lutut kaki kanan dan patah jari manis tangan kanan. Sementara pengendara sepeda motor MX King juga mengalami luka parah.

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kapolsek Antang Kalang Ipda Dimas ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Menurut dia, kejadian sudah di tangani pihaknya, dengan mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat, sedangkan kendaraan yang terlibat tabrakan telah diamankan.

“Kecelakaan ini dipicu ketidak hati-hatian pengendara Vixion, saat menikung terlalu melebar dan karena jarak sudah terlalu dekat tabrakan tidak dapat dihindarkan lagi,”ungkapnya kepada Kalteng Ekspres.com Selasa (31/7).

Dimas menjelaskan, dari keterangan perawat yang menangani korban diketahui, bahwa pengendara Yamaha Vixion yang tewas dan penumpangnya dalam pengaruh alkohol. Diduga akibat mengendarai kendaraan mengonsomsi miras ini mengakibatkan kecelakaan tidak dapat dielakan. (MR)

AMPI Kotim Dukung Program Lembaga Pendidikan PKBM Harati

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Organisasi kepemudaan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung program yang di laksanakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) bergerak dibidang pendidikan Non Formal yakni PKBM Harati.

Ketua AMPI Riskon Fabiansyah mengatakan, pihaknya mendukung penuh program pendidikan Non Formal yang di laksanakan PKBM Harati Ini. Karena sudah sepatutnya keberadaannya diapresiasi.

“Pendidikan kesetaraan ini sangat membantu masyarakat yang sempat terputus sekolah dulunya hingga mereka yang sudah masuk di program ini dapat melanjutkan kembali pendidikan yang lebih tinggi,”ujarnya. (MR)

Stop BAB Sembarangan, Kecamatan Bataguh Gusur Jamban Tepi Sungai

KUALA KAPUAS, KaltengEkspres.com-Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Bataguh bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Pulau Mambulau melakukan aksi dalam menyuskseskan program 100-0-100 dan stop buang air besar (BAB) sembarangan. Salah satunya dengan menggusur jamban yang berada di pinggiran sungai seperti di Desa Pulau Mambulau, Senin (30/7).

Menurut Camat Bataguh, Budi Kurniawan, penggusuran ini bentuk sosialisasi stop BAB sembarangan yang ditandai dengan penggusuran jamban di pinggir sungai. Kegiatan ini merupakan insiatif Pemdes Pulau Mambulau, untuk mendukung program 100 hari menuju, 100 persen rumah sehat dasn sanitasilayak, 0 persen BAB semabarang dan 100 persen akses terhadap air bersih.

“Program ini murni inisiatif Pemerintah Desa Pulau Mambulau yang didanani dari Dana Desa Pulau Mambulau tahun 2018,” kata Budi Kurniawan, Senin siang.

Sebagai Camat Bataguh, Budi sapaan karib mantan Sekretaris Camat Selat ini mengaku sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Desa Pulau Mambulau. Bahkan, Pemcam Bataguh terus mendorong semua desa di daerah itu untuk melaksanakan kegiatan mendukung program Nasional tersebut.

“Karena ini komitmen bersama seluruh Pemerintah Desa se Kecamatan Bataguh yang didorong penuh oleh Pemerintah Kecamatan Bataguh agar seluruh desa melaksanakan kegiatan seperti ini,” tegas Budi.

Budi berharap, ke depan itu menjadi program yang memberi manfaat positif untuk lingkungan di Kabupaten Kapuas, khususnya Kecamatan Bataguh. Sejingga program 100-0-100 dan stop BAB sembarangan ini merupakan tanggungjwab semua pihak, termasuk masyarakat setempat.

“Kita juga berharap kesadaran amsyarakat untuk bisa mendukung program ini, karena dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sendiri,”tandasnya. (so)

Tragis…Tiga Penambang Emas Tewas Tertimbun Tanah Galian

KASONGAN, KaltengEkspres.com – Naas nasib yang dialami tiga orang warga Jalan Tumbung Ingei Kelurahan Pendahara Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan, bernama Gunawan (23), Aply (23) dan Guspri (29). Ketiga pemuda ini tewas tertimbun tanah galian di lokasi tambang emas milik PT Karbala yang terletak di Desa Bangkuang, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Senin (30/7/2018).

Sumber yang dihimpun dari masyarakat sekitar menyebutkan, kejadian berawal ketika ketiga korban bersama dua teman lainnya sedang asik beraktivitas menambang emas di lokasi galian sedalam 7 meter di kawasan setempat sekitar pukul 11.00 WIB.

Tidak disadari ketiganya, ketika asik bekerja tiba-tiba tanah granit galian sekitar lokasi menambang runtuh menimpa korban yang sedang bekerja. Akibatnya tiga korban tidak sempat menyelamatkan diri sehingga langsung tewas di TKP tertimbun tanah, sementara dua teman lainnya sempat menyelamatkan diri.

“Saat ketiga korban bekerja untuk menambang emas ini, kondisi tempat menambang tersebut ber air dan sekitaran lokasi juga berpasir,”ungkap salah seorang warga setempat Musri Senin (30/7).

Sementara itu ketika berupaya dimintai keterangan pihak kepolisian, belum bersedia memberikan keterangan. Karena kejadian masih diselidiki. (ejk).

Mendadak, Polres Palangka Raya Tes Urin Ratusan Anggota

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.comAntisipasi penyalahgunaan narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) di internal Polisi Resort (Polres) Palangka Raya. Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar mengintruksikan mendadak kepada 400 anggotanya untuk di tes urin. Kegiatan ini juga diikuti langsung Kapolres dan Wakapolres serta sejumlah perwira lainnya di Aula Yusuf Suganda, Mapolres Palangka Raya, Senin (30/7) pagi.

“Kegiatan tes urin ini kita laksanakan mendadak, hasilnya nihil pelanggaran. Ada sekitar 400 orang anggota Polres yang mengikuti tes urin ini. Tes urin ini kita lakukan sebagai contoh dan antisipasi agar tidak ada anggota yang mengkonsumsi narkoba,” ujar Kapolres Palangka Raya melalui Kabag Ops Kompol Purwanto..

Perwira menengah Polri ini menyampaikan kalau terlibat narkoba akan ditindak tegas. Bila menggunakan narkoba tugas pasti tidak maksimal. Makanya ini untuk memaksimalkan tugas menjaga kamtibmas.
“Kita apresiasi, karena di sini tidak ada yang positif. Kita tidak ingin seorang anggota Polri khususnya di Polres mengkonsumsi narkoba,”ungkap Purwanto.

Ia menambahkan pihaknya sangat serius dalam memberantas narkotika. Tidak hanya di eksternal, namun juga di internal Polri.
Hal itu dibuktikan dengan adanya kegiatan tes urine dadakan dan memproses oknum anggota yang terlibat narkoba. Baik itu pengguna, apalagi jika terkait jaringan pengedar narkoba.”Tindakan tegas itu pasti,”tandasnya.(dr)

- Advertisement -

MOST POPULAR

HOT NEWS