Connect with us

Kobar

Semakin Parah, Ruas Jalan Pangkalan Bun – Kolam Jadi Sungai

Banjir di ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam benar-benar jadi kolam karena badan jalan sudah ditutupi air akibat luapan air sungai Minggu (29/4).
PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Banjir yang melanda ruas Jalan Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) semakin meluas. Bahkan hingga Minggu (29/4/2018), banjir di ruas jalan setempat semakin parah hingga menutupi badan jalan seperti sungai. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Hermon F Lion mengatakan, banjir  di ruas jalan setempat diakibat meluapnya Sungai Lamandau dan Sungai Arut. Meluapnya kedua sungai itu mengakibatkan banjir di ruas jalan setempat belum surut. 

“Kita sudah melakukan pengecekan di lapangan. Memang kondisinya masih belim surut. Namun seiring tidak turunnya hujan kemungkinan debit air bisa turun. Kecuali hujan kembali terjadi, karena banjir di ruas jalan ini hanya dampak dari luapan air sungai saja,”ungkapnya Minggu (29/4/2018).

Sementara itu akibat banjir di ruas jalan ini para pengendara khususnya roda dua harus menggunakan jasa getek agar terhindar dari genangan air di enam titik. Keenam titik itu berada pada wilayah kewenangan propinsi Kalteng. 

Pasalnya ruas Jalan Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kolam ini dikerjakan baik oleh Kabupaten Kobar dan Propinsi Kalteng.  Untuk kewenangan Kabupaten Kobar di mulai dari titik KM 1 sampai dengan KM 20. Sedangkan kewenangan Propinsi Kalteng sendiri dimulai dari KM 21 sampai dengan KM 41.

Dari pantauan dilapangan pada Minggu (29/4) genangan air berada mulai dari KM 21, 23, 24, 26, 28, sta 29 dan sta 32. Untuk melintasi ruas jalan ini para  pemilik kendaraan harus berhati hati pasalnya ada beberapa titik yang genangan airnya mencapai 50 cm, bahkan ada yang mencapai 1 meter.  Kondisi ini membuat para pengendara roda dua harus menggunakan jasa getek agar bisa melewatinya dengan tarif cukup mahal yakni sebesar Rp 125.000/motor. 

Seperti yang diutarakan pemilik getek Ruslan. Menurut dia, banjir yang parah terjadi dua hari terakhir, untuk itu dirinya dan pemilik getek lainnya menawarkan angkutan jasa bagi pengendara roda dua. 

“Satu kendaraan Rp 125.000/ motor, berikut dengan orangnya juga. Banjir ini pun membawa rejeki, rata rata setiap getek sehari bisa tiga sampai empat kali mengangkut,”paparnya. 

Sementara itu Andreas salah seorang pegawai disalah satu perusahaan yang ada di Kecamatan Kolam mengatakan, dengan biaya jasa angkutan naik getek yang mahal sangat memberantkan pihaknya. 

“Kami mohon pemerintah daerah serius menangani masalah ini, sampai kapan jalan ini akan mulus kalau hanya ditimbun terus maka banjir akan tetap terjadi,”ungkapnya Minggu (29/4). (sr/hm)
loading...
Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement