Connect with us

Kotim

Gembong Pengedar Sabu dan Zenit di Parenggean Dibekuk Polisi

Pelaku saat diringkus anggota Polsek Parenggean Senin (23/4) sore di rumahnya.
SAMPIT, KaltengEkspres.com – Peredaran narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya (narkoba) jenis sabu dan zenith di daerah pelosok Kabupaten kotawaringin Timur (Kotim) sudah sangat membahayakan. Ini seiring dengan ditangkapnya seorang bandar pengedar bernama Usup (38) oleh anggota Polisi Sektor (Polsek) Parenggean.

Pria ini ditangkap di rumahnya Dusun Padas Lama RT 8 DEsa Bajarau Kecamatan Parenggean Senin (23/4/2018), sekitar pukul 16.30 WIB. 

Dari tangan pelaku ini diamankan barang bukti (barbuk) 25 paket sabu seberat 7 gram, dan 200 butir obat zenith serta uang sebesar Rp 3 juta 380 ribu diduga hasil penjualan. 

Kapolsek Parenggean AKP Donny mengatakan, pelaku yang dibekuk pihaknya ini merupakan bandar di wilayah setempat. Penangkapannya berawal dari informasi masyarakat yang memberitahukan kepada pihaknya, bahwa pelaku bernama Usup ini melakukan peredaran gelap Narkotika jenis sabu dan  zenith di wilayah setempat

“Menindaklanjuti laporan ini saya dan anggota langsung melakukan penyelidikan ke TKP. Setelah berada di TKP sekitar pukul 16.30 WIB, kami melakukan pengecekan serta penggeledahan di rumah pelaku. Dari hasil penggeledahan ini kami menemukan sebanyak 25 paket sabu seberat 7 gram yang disimpan didalam kipas angin merek maspion type F17PSL warna biru,”ungkapnya kepada Kalteng Ekspres.com Selasa (24/4/2018).

Setelah menemukan barbuk ini lanjut dia, anggotanya kembali melakukan penggeledahan di dapur rumah pelaku, kembali menemukan obat zenith sebanyak 2 box atau 200 butir didalam plastik merah dibawah meja.

“Setelah itu pelaku kami amankan ke Mapolsek Parenggean untuk dimintai keterangan sekaligus pengembangan lebih lanjut terhadap kasusnya,”paparnya.

Akibat ulahnya ini pelaku yang memiliki sabu lebih dari 5 gram dikenakan pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. 

Sedangkan atas kepemilikin zenith pelaku dijerat Permenkes No 7 tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika gol 1 dan atau pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan atau pasal 196 Undang-Undang RI No. 196 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun tanun penjara. (MR)
loading...
Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement