Connect with us

Barito

Pancing dan Umpan dari Adaro Indonesia Catatan Gathering and Sharing Journalism di PT Adaro Indonesia

Rombongan wartawan peserta Gathering and Sharing Journalism di Pelabuhan PT Adaro Indonesia

MELIHAT secara langsung bagaimana operasional sebuah perusahaan multinasional seperti PT Adaro Indonesia, tentu sebuah hal yang langka. Tidak semua orang bisa. Dan wartawan Kalteng Ekspres, Syarif Hidayat menjadi salah seorang yang mendapatkan kesempatan langka itu.

Bersama-sama dengan delapan jurnalis dari Kabupaten Barito Selatan dan Barito Timur, mendapat kesempatan mengikuti gathering and sharing journalisme selama dua hari, 19-20 Maret 2017.

Pagi menyingsing, rombongan bertolak menuju Desa Kalanis Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan. Meski harus melalui perjalanan darat dan sungai, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menitan, rombongan tiba di pelabuhan PT Adaro Indonesia.

Dipandu Kepala Divisi Coal Processing and Barge Loading Kalanis Facility PT Adaro Indonesia, Sutoto dan beberapa karyawan lainnya, kami diajak melihat langsung operasional pelabuhan hingga pengelolaan limbah perusahaan pertambangan batu bara itu.

Pelabuhan PT Adaro Indonesia di Desa Kalanis

“Di sini (Adaro), sekitar 60 persen karyawannya adalah tenaga kerja lokal,” kata Sutoto memulai penjelasannya kepada rombongan.

Sutoto pun menjelaskan secara detail setiap proses yang dilakukan, ketika rombongan mendatangi lokasi pengolahan limbah. Dari pengolahan limbah ini, salah satu hasil akhirnya adalah air bersih yang manfaatnya telah banyak dirasakan.

“Kami pastikan, semua air limbah diproses dengan pengawasan ketat. Hingga hasil akhirnya menjadi air bersih yang bisa dikonsumsi secara aman,” kata Sutoto.

Air bersih hasil pengolahan bekas limbah itu, lanjut dia, tidak hanya digunakan untuk kebutuhan perusahaan maupun karyawan, tetapi juga disalurkan untuk masyarakat sekitar perusahaan.

Tak berhenti hanya di sekitar bagaimana operasional perusahaan, kami juga diperlihatkan bagaimana program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Adaro. Kali ini, tujuan kami adalah Desa Mangkatip, Kecamatan Dusun Hilir, Barito Selatan.

Diluar dugaan. Program pemberdayaan masyarakat melalui Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikelola Adaro, ibarat memberikan pancing dan umpan sekaligus. Masyarakat tak hanya bisa menikmati untuk “sekali makan”, tetapi berkesinambungan yang target akhirnya adalah terciptanya kesejahteraan.

Komitmen Adaro itu pun tak hanya “jual kecap”. Pengakuan dari masyarakat lah yang menjadi bukti.

“Di sekitar sini ada beberapa perusahan yang beroperasi atau keberadaan pelabuhanya ada di Kecamatan Dusun Hilir, namun hanya PT Adaro Indonesia yang konsisten  membantu masyarakat, seperti di puskesmas ini. Mereka memberikan kita kapal ambulan, pembangunan ruangan, bantuan untuk kegiatan sunatan massal dan pengobatan gratis setiap tahun, serta bantuan lainya,” ungkap Wilbrodus, Kepala Puskesmas Mangkatip.

Pertemuan di Puskesmas Mangkatip

Apa yang dikatakan kepala puskesmas itu pun tak berlebihan. Secara kasat mata, meskipun jauh dari ibu kota Kabupaten Barito Selatan, tetapi puskesmas itu terlihat lumayan modern dan memiliki fasilitas rawat inap. Bahkan merupakan salah satu puskesmas yang telah terakreditasi.

“Apa yang telah dibantu Adaro selama ini sangat terasa manfaatnya. Karena kalau hanya berharap dari pemerintah, tentunya sangat terbatas. Kepedulian seperti ini, kami harapkan terus berlanjut secara konsisten,” ujarnya.

Pengakuan akan peran Adaro dalam membantu masyarakat ini ternyata tak hanya diungkapkan Wilbrodus. Ungkapan-ungkapan serupa, juga kami dengar dari masyarakat lainnya secara langsung.

Misalnya seperti disampaikan Sinawesi. Ketua Kelompok Usaha Anyaman Rotan Melati Mangkatip itu menceritakan bagaimana dukungan Adaro kepada mereka.

“Sejak pertama berdiri, kami belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Tetapi kami merasa sangat beruntung, karena ternyata PT Adaro melihat kami dan memberikan bantuan melalui CSR-nya. Sehingga usaha yang kami rintis bisa berkembang,” kata Sinawesi.

Sekali lagi, bantuan yang diberikan tak hanya dalam bentuk uang. Tetapi juga pembinaan berkelanjutan seperti fasilitasi pelatihan. Bukan hanya di tingkat lokal, tetapi hingga ke beberapa kota besar di Pulau Jawa.

Kelompok usaha kerajinan rotan di Desa Mangkatip

“Dengan pelatihan-pelatihan yang kami ikuti atas fasilitas Adaro, kini kemampuan dan peralatan serta kualitas produk perajin di kelompok ini bisa bersaing dengan daerah lain. Kami juga beberapa kali difasilitasi untuk mengikuti pameran di tingkat regional hingga nasional,” lanjut Sinawesi.

Tidak hanya di kelompok usaha produktif seperti Sinawesi dan kawan-kawan. Adaro juga memberikan perlakuan yang sama untuk pengembangan usaha masyarakat di sektor lain. Salah satunya adalah bidang pertanian.

Pancing dan umpan Adaro dirasakan masyarakat yang tergabung di Kelompok Tani Suka Maju. Kelompok tani yang mengembangkan komoditas pertanian hortikultura seperti cabe, terong dan sayur-mayur lainnya ini telah merasakan sentuhan Adaro di kehidupan mereka.

Kelompok tani di Desa Mangkatip

Dituturkan Gunandi, Ketua Kelompok Tanu Suka Maju, awalnya mereka menerima bantuan stimulus dari program CSR PT Adaro Indonesia. Dari sisi nominal memang tidak terlalu besar. Hanya Rp25 juta.

Namun lagi-lagi tak hanya “ikan” yang diberikan. Adaro juga memberikan pendampingan agar usaha yang dilakukan bisa berhasil dengan memfasilitasi penyuluh lapangan. Meski dengan modal yang cukup terbatas, namun kini sekitar 20 orang anggota Kelompok Tani Suka Maju, mulai merasakan hasilnya. (Syarif Hidayat)

Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement