Connect with us

Seruyan

Kreatif! Sepi Melaut, Nelayan Sungai Undang Buat Usaha Miniatur Kapal

Nelayan Sungai Undang Mar'i bersama anggota Bhabinkamtibmas dan wartawan Kalteng Ekspres.com Viky sedang memperlihatkan kapal miniatur buatan nelayan tersebut Kamis (22/3)

KUALA PEMBUANG, Kaltengekspres.com – Bakat, keahlian dan kreatifitas tidak mengenal siapapun dan dimanapun, seperti salah seorang warga nelayan di Desa Sungai Undang Kecamatan Seruyan Hilir bernama Mar’i. Pria ini terkenal kreatif dalam membuat  miniatur kapal.

Bahkan pembuatan miniatur kapal yang menggunakan alat sederhana ini telah menjadi salah satu mata pencahariannya. Sehingga membantu menopang kebutuhan hidup ekonomi keluarganya selain sebagai nelayan.

“Saat tidak bisa melaut, saya mengisi waktu luang dengan membuat miniatur kapal sabagai usaha sampingan,” ujar Mar’i saat ditemui di Desa Sungai Undang, Kamis (22/3/2018).

Lelaki paruh baya ini mengatakan, keterampilan membuat miniatur kapal pesiar dan speedboat diperoleh secara otodidak, sedang usaha pembuatan miniatur baru mulai ditekuni selama beberapa bulan terakhir.”Jadi awalnya coba-coba. Namun ternyata respon masyarakat bagus dan mulai ada yang pesan minta dibuatkan,” katanya.

Ia menjelaskan, miniatur kapal dibuat menggunakan kayu pulai atau pelantan, karena serat kayu pelantan lebih rapat, ringan dan kuat serta mudah untuk dibentuk.

Untuk membuat satu miniatur speedboat biasa dibutuhkan waktu dua, sedangkan miniatur kapal pesiar dibutuhkan waktu hingga satu minggu. Satu miniatur kapal atau speedboat dijual antara Rp300 ribu hingga Rp750 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan pengerjaan.

Selain untuk pajangan memperindah ruangan, miniatur tugboat itu bisa dipasangi mesin sehingga bisa dimainkan di sungai. “Sebenarnya untuk bentuk kapal dan motif dapat disesuaikan dengan selera pemesan. Cukup membawa contoh gambar kapal, lalu kita coba buatkan,”ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini miniatur kapal buatannya mulai banyak diminati masyarakat. Dalam satu bulan dirinya mendapat pemesanan hingga 15 buah. “Selain dari warga lokal, pembeli yang berminat juga ada yang dari luar daerah,”terangnya.

Sementara itu ditempat yang sama , Sardiansyah, salah satu pengrajin lainnya menturkan bahwa miniatur buatannya sering mengikuti ajang perlombaan, bahkan setelah sempat diunggah ke media sosial ada warga dari luar daerah yang berminat dengan kerajinan miniatur kapalnya.”Orang dari luar juga ada yang berminat dan bahkan juga ada yang ingin memesan untuk dijadikan sebagai plakat atau buah tangan,”tandasnya. (vs)

Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement