Connect with us

Kotim

Warga Tangar Tebas Adik Ipar Hingga Tewas Bersimbah Darah

Jasad korban saat dievakuasi dibawa kembali ke kampung halamannya dari RSUD Murjani Sampit Senin (19/3).
SAMPIT, KaltengEkspres.com – Peristiwa pembunuhan terjadi di Desa Tangar Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotim (Kotim). Pelakunya seorang warga desa setempat bernama Syarifudin (38).

Pria ini menghabisi nyawa adik iparnya sendiri bernama Gazali Rahman (23), menggunakan sebilah senjata tajam (sajam) jenis mandau Minggu (18/3/2018). Kejadian ini membuat korban tewas mengenaskan karena mengalami luka tebasan mandau di bagian leher, tangan dan belakang korban.

Informasi yang dihimpun Kalteng Ekspres.com di lapangan menyebutkan, kejadian pembunuhan ini berawal ketika korban terlibat cekcok dengan istri pelaku yang merupakan kaka kandung korban. Ketika cekcok dengan kakanya ini, pelaku melihat korban sudah keterlaluan karena saat itu hendak memukul istrinya.

Karena itu lah emosi pelaku memuncak sehingga hilang kesabaran dan langsung mengambil sajam jenis mandau kemudian menyerang korban dengan tiga kali bacokan hingga tewas.

Ibu kandung korban Sonia menceritakan, kejadian korban cekcok dengan kaka kandungnya ini memang sering terjadi. Bahkan sebelumnya, korban ini juga pernah memukul pelaku yakni kaka iparnya Syarifudin.

“Bahkan saya sebagai ibunya juga sering diancam hendak di bacok. Hanya saat itu kaka iparnya Syarifuddin ini lah yang sering membela saya. Dengan mengatakan, kam handak ketulahan kah segala handak menimpas mama kam,”ungkap Sonia saat menirukan perkataan Syarifuddin ketika membelanya saat itu.

Menurut dia, kejadian terakhir ini karena kaka iparnya sudah habis kesabaran dan khilaf. Lantaran ulahnya yang sedikit-dikit mau memukul dan mengancam akan membacok. “Karena korban ini juga sering mabuk hingga tidak kontrol dan mengamuk-ngamuk tidak senonoh,”papar Ibu kandung korban ini di RSUD Murjani Sampit Senin (19/3/2018).

Sementara itu dari pantauan Kalteng Ekpres.com dilapangan, saat ini korban sudah di bawa pulang untuk segera dimakamkan. Semetara ini sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat lantaran masih melakukan menyelidikan di TKP. (MR).
Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement