Connect with us

Kotim

Putus Asa, Remaja Kota Besi Nekat Akhiri Hidup Gantung Diri

Jasad korban saat berada di rumahnya Minggu (18/3/2018) malam.
SAMPIT, KaltengEkspres.com – Peristiwa  warga yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri kembali terjadi di Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Baru sekitar tiga pekan lalu kematian Hendra seorang warga yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggegerkan warga di daerah setempat.

Kali ini kejadian serupa dialami oleh Hariadi (21). Warga Kota Besi Hilir Kecamatan Kota Besi ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali jaket Minggu (18/3/2018) malam. Diduga kuat korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena putus asa, ditinggal ibunya kemudian cekcok dengan kekasihnya.

Andi, orang tua korban menceritakan, korban pertama kali ditemukannya saat mendengar suara seperti benda jatuh dari atas loteng rumahnya. Sementara saat itu posisi korban berada di dalam kamar loteng rumah tersebut.

“Saat mendengar suara ini, saya langsung bergegas naik ke atas loteng rumah. Ketika saya cek keatas, ternyata posisi benda jatuh dari dalam kamar anak saya ini. Saat itu posisi kamar terkunci. Akhirnya saya masuk dari jendela. Ketika saya berada di dalam kamar, saya terkejut melihat anak saya dalam keadaan tergantung dengan seutas tali jaketnya. Kejadian sekitar pukul 19.30 WIB, tadi malam,”ungkap Andi kepada Kalteng Ekspres.com Minggu (18/3/2018) malam.

Ia menjelaskan, saat pertama kali menemukan korban, ia langsung memotong tali, kemudian mengevakuasi korban  ke Puskesmas terdekat. Ketika diperiksa di Puskesmaa denyut nandi korban masih ada namun tidak berapa lama, pihak Puskesmas menyatakan korban sudah tidak bernyawa. “Anak saya sudah meninggal dunia. Setelah itu saya baru melapor ke Polsek Kota Besi,”paparnya.

Menurut Andi, sebelum kematian korban. Sebulan lalu, korban ini sudah pernah berbicara dengannya, bahwa ia lagi ada masalah. Korban menyebut bahwa masalah ini hanya ibunya yang bisa mengerti.

“Saat itu saya terdiam mendengar perkataan saya itu. Karena tidak mengerti maksudnya, lantarana ibunya sudah meninggal sejak dirinya berusia 3 tahun lalu. Kadang-kadang korban juga pernah bilang ke saya “mau umpat mama bah” karena keseringan korban ngomong seperti itu, saya deketin untuk menasihatnya mengingat korban pernah ngomong berulang kali ke saya hal semacam itu,” ujar Andi.

Ditempat yang sama kaka korban Aji mengatakan, dirinya juga kaget dengan ulah korban. Lantaran sebelum salat Isya tadi ia masih bercanda bersama korban di ruang tamu rumahnya. “Tidak ada hal mencurigakan,”terang Aji kepada KaltengEkspres.com.

Bahkan lanjut dia, korban terlihatnya sempat video call sama pacarnya menggunakan handpone.”Dari percapakan yang saya dengar sekilas, ada sedikit cekcok sama pacarnya setelah itu korban naik ke atas loteng menuju kamarnya. Saat bersamaan sayapun beranjak mengantar calon istri saya pulang. Belum satu jam saya di telpon oleh bapa saya bahwa adik saya meninggal. Saya pun bergegas pulang,”urai Aji dengan nada sedih. (MR)
Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement