Connect with us

Kotim

Gerombolan Pemabuk Digerebek Satpol PP dan Ormas

Kepala Satpol PP Kotim, Rodi Kamislam (baju biru bertopi), saat memimpin penggerebekan sebuah rumah di jalur 3 Komplek Wengga Agung, Sampit, yang sering digunakan puluhan orang untuk menggelar pesta minuman keras, Sabtu malam (17/3/2018)

SAMPIT, KaltengEkpres.com – Sebuah rumah di jalan tiga Kompleks Wengga Agung, Baamang Barat, Sampit, Sabtu (17/3) malam digerebek anggota Satpol PP dan Ormas Sikat Narkoba Kotawaringin Timur.

Penggerebekan rumah itu karena selama ini diduga sering menjadi tempat sekelompok orang untuk menggelar pesta minuman keras. Hal itu membuat warga sekitar menjadi resah.

Dan benar saja. Saat dilakukan penggerebekan sekitar pukul 21.30 WIB, sejumlah orang yang diperkirakan lebih dari 20-an orang sedang menggelar “pesta”.

Ketua RT 08 Gg Murai, Komplek Wengga Agung, Agus Wahono yang ikut dalam penggerebekan itu menegaskan, pihak dan warga setempat meminta agar orang-orang tersebut menghentikan aktivitas mereka. Karena selama ini telah membuat resah warga setempat.

“Kami minta segera ditutup dan jangan ada lagi kegiatan minum-minuman di tempat ini,” tegas Agus Wahono.

Agus juga meminta pihak berwenang agar mengambil langkah tegas atas orang-orang yang kerap berkumpul di tempat itu. Karena menurut dia, aktivitas mereka selain membuat resah, juga mengganggu ketenangan warga.

“Orang-orang ini selain kumpul-kumpul dan minum-minuman keras, juga menghidupkan musik dengan suara yang keras, tidak menghiraukan warga sekitar yang merasa terganggu,” sebut dia.

Sementara Kepala Satpol PP Kabupaten Kotawaringin Timur, Rodi Kamislam yang memimpin penggerebekan juga menegaskan, pihaknya melakukan penertiban karena sebelumnya mendapatkan laporan dari masyarakat yang merasa terganggu.

Rodi Kamislam pun memperingatkan puluhan orang yang sedang ada di rumah itu agar segera membubarkan diri serta meminta agar menghentikan pesta miras yang dilakukan.

“Mulai malam ini, tidak ada lagi minum-minuman keras di daerah ini. Kami akan terus memantau, apabila terulang lagi, akan diambil tindakan tegas,” kata Rodi Kamislam.

Pantauan Kalteng Ekspres, puluhan orang yang ada di dalam rumah itu diduga hampir semuanya berasal dari Sumatera Utara. Hal itu diketahui dari logat khas yang mereka ucapkan. Beberapa di antaranya juga terlihat sudah dalam kondisi setengah mabuk. (MR)

Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement