Connect with us

Kobar

IRONIS!! Menunggak Dua Bulan, Listrik Sekolah SDN-2 Baru Kelurahan Baru Disegel PLN

Seorang warga sedang menunjukan MCB KWH sekolah yang telah disegel petugas PLN Rayon Pangkalan Bun karena menunggak pembayaran selama dua bulan Rabu (14/3/2018).
PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Dua bulan menunggak pembayaran listrik, MCB KWH listrik di SDN-2 Baru Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kobar (Kobar), disegel petugas PT PLN Rayon Pangkalan Bun. Akibat penyegelan tersebut, listrik di sekolah setempat mati total. Sehingga menganggu aktivitas sekolah.

Kepala SDN-2 Baru Kelurahan Baru Reska mengatakan, penyegelan ini dilakukan oleh pihak PLN sejak beberapa hari lalu. Penyebabnya kata dia, karena menunggak pembayaran dua bulan ini.

“Sebenarnya kita sudah berencana membayar. Namun karena keterbatasan anggaran sekolah, lantaran dana bantuan oprasional sekolah (BOS) belum cair. Sehingga pembayaran menjadi tertunda. Kendati demikian dalam waktu dekat kami segera akan membayarnya melalui dana pinjaman,”ujar Reska ketika dimintai keterangan sejumlah awak media Rabu (14/3/2018).

Terpisah Manager PT PLN Rayon Pangkalan Bun Drie Alsi Laksana melalui Kepala Bagian Umum Suprapto menjelaskan, sesuai SOP yang ditetapkan PLN bagi semua pelanggan, baik itu pelanggan instansi pemerintahan dan swasta serta masyarakat umum.

Prosedurnya kalau menunggak satu bulan diberikan peringatan, kemudian menunggak dua bulan  dimatikan MCB KWH dengan disegel stiker. Jika sampai menunggak tiga bulan dibongkar KWH meterannya dan dicabut petugas teknis lapangan. 

“Aturan SOP kita itu seperti itu. Jadi itu berlaku untuk semuanya. Tidak ada pengecualian. Jika ada pelanggan menunggak petugas teknis lapangan melaksanakan tugas sesuai SOP itu,”ungkap Prapto.

Prapto menjelaskan, aturan tersebut bisa berjalan surut jika instansi terkait datang ke kantor melakukan komunikasi. Misalnya meminta tempo kepada pihak PLN untuk membayar pada jangka waktu yang disepakati bersama.

“Untuk SDN-2 Baru ini, setahu saya belum pernah datang ke Kantor PLN kita melakukan komunikasi. Sehingga menyebabkan petugas teknis lapangan melakukan pemutusan,”papar Prapto. (hm)
Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement