Connect with us

Seruyan

Tinjau Desa Terisolir, Pjs Bupati Kunjungi Desa Sungai Perlu

Pjs Bupati Seruyan Leonard S Ampung saat berdialog dengan aparatur Desa Sungai Perlu saat mengunjungi desa setempat Senin (5/3).

KUALA PEMBUANG, KaltengEkspres.com
Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Seruyan Leonard S Ampung didampingi sejumlah pejabat melakukan kunjungan kerja ke Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Senin (5/2/2018).

“Kunjungan ini adalah kunjungan pertama ke desa semenjak saya bertugas sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Seruyan,”ungkap Leonard S Ampung kepada sejumlah awak media. 

Ia mengatakan, kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi pembangunan Seruyan secara umum, khususnya Desa Sungai Perlu yang saat ini masih bertatus sebagai desa tertinggal dan juga terisolir.
“Apa yang dilaporkan memang benar, dan faktanya memang akses menuju Desa Sungai Perlu sangat sulit,”ujarnya.

Menurut pejabat yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng ini, untuk mengeluarkan Desa Sungai Perlu dari status ketertinggalan tidak bisa dilakukan dari satu sektor saja, tapi diperlukan kerjasama lintas sektor.

“Pembangunannya harus dikeroyok bersama-sama, tidak bisa satu sektor saja, kalau persektor jelas lambat,”terangnya.
Ia menambahkan, prioritas pembangunan yang harus segera dilakukan adalah membangun infrastruktur jalan penghubung agar Desa Sungai Perlu bisa lebih mudah diakses dan perekonomian masyarakatnya dapat bergerak maju.

Kemudian, untuk membangun konektivitas dalam wilayah Desa Sungai Perlu itu dapat dilakukan dengan memaksimalkan anggaran desa untuk infrastruktur.

“Saya juga minta Dinas Pekerjaan Umum Seruyan untuk membantu, meskipun nanti realisasinya dilakukan secara bertahap mengingat Seruyan ini secara keseluruhan ada 97 desa,”paparnya.

Sementara Kepala Desa Sungai Perlu, Hasanuddin mengatakan, sulitnya akses menuju desa yang berjarak lebih dari 70 kilometer dari Pelabuhan Samudera Teluk Segintung telah lama dirasakan warga.

Untuk menuju Desa Sungai Perlu, warga harus melewati hutan dengan medan berlumpur dan berpasir, kemudian menyusuri bibir pantai puluhan kilometer dengan memperhatikan waktu pasang surut.

Pemerintah Desa Sungai Perlu juga sudah berupaya membangun infrastruktur jalan melalui semenisasi dan penimbunan dengan menggunakan anggaran desa.

“Hanya anggaran terbatas, jadi dilakukan bertahap. Karena dengan adanya kunjungan ini kita berharap ada solusi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur agar Desa Sungai Perlu dapat diakses dengan baik,”ungkapnya. (vs)

Advertisement
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement