Home / Seruyan

Minggu, 4 Februari 2018 - 14:42 WIB

Status Tersangka Tidak Mempengaruhi Pencalonan Sudarsono

KUALA PEMBUANG, KaltengEkspres.com
Kuasa Hukum Bupati Seruyan, Rahmadi G Lentam menegaskan, status tersangka yang saat ini di sandang Bupati Seruyan Sudarsono tidak akan mempengaruhi pencalonan kliennya tersebut di Pilkada Seruyan 2018.
“Jangankan tersangka, yang sudah terpidana pun ada yang bisa mencalonkan,”kata Rahmadi di Kuala Pembuang, Minggu (4/02/2018).

Pengacara kondang di Kalteng itu menjelaskan, Bupati Seruyan Sudarsono ditetapkan menjadi tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Polri atas dugaan penggelapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Seruyan senilai Rp34,7 milar tahun 2014 untuk pembayaran klaim pembangunan Pelabuhan Samudera Teluk Segintung kepada pihak ketiga.

“Bupati ditetapkan jadi tersangka karena tidak mau membayar utang Pelabuhan Segintung karena ada alasan tertentu, tapi kemudian sudah dibayar. Jadi masalahnya sudah selesai,”terangnya.

Baca Juga :  Ayo! Dinas PMPTSP Kotim Sebut Aktivitas Galian Tanah PT BSP Illegal

Menurut Rahmadi, selain permasalahan utang dengan pihak ketiga sudah selesai, saat ini perkara hukum tersebut sedang menunggu proses penghentian penyidikan atau SP3 dari Mabes Polri.

“Memang ada rencana SP3, hanya saja sedang proses, dan prosesnya tidak bisa seketika. Tapi saya ingin tegaskan kembali bahwa masalah ini tidak mempengaruhi pencalonan Sudarsono di Pilkada Seruyan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masalah yang nanti akan terus berlanjut bukan dari masalah pembayaran utang Pelabuhan Segintung saat pemerintahan Bupati Sudarsono. Tapi dari permasalahan pembangunan Pelabuhan Segintung yang diduga melibatkan kepala daerah terdahulu. “Tapi itu masalah penyidik, bukan urusan kita,”paparnya.

Untuk diketahui, Bupati Seruyan Sudarsono ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri pada 2016 lalu karena diduga penggelapan APBD Seruyan senilai Rp34,7 milar tahun 2014 untuk pembayaran klaim pembangunan Pelabuhan Segintung kepada PT Swa Karya Jaya selaku kontraktor.

Tidak dilakukannya pembayaran klaim proyek pembangunan Pelabuhan Segintung pada saat itu karena perintah undang-undang, rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan DPRD Seruyan untuk tidak membayar.

Permasalahan pembayaran utang Pelabuhan Segintung itu juga sebenarnya sudah selesai, karena pada 18 Januari 2017, Pemkab Seruyan telah melunasi utang termasuk bunga sebesar Rp50 miliar lebih kepada pihak ketiga.(vs).

Share :

Baca Juga

Seruyan

Polres Seruyan Ungkap Dua Kasus Illegal Logging Selama Operasi Wanalaga

Seruyan

DPRD Seruyan Gelar Paripurna Istimewa Sertijab Bupati Terpilih

Seruyan

Polres Seruyan Modifikasi Motor Jadi Alat Damkar

Seruyan

Legislator Seruyan Berharap CPNS Tahun Ini Didominasi Putra Daerah

Seruyan

Plh Bupati Seruyan Minta Seluruh SOPD Perbaiki Kelemahan Program Triwulan II

Seruyan

Geger..Warga Seruyan Melahirkan di Tepi Jalan

Seruyan

Kasus Belum Terungkap, Warga Hanau Was-Was Melewati Jalan Kebun Sawit

Seruyan

Dewan Dorong Petani Tingkatkan Produksi Padi
error: Content is protected !!