Kepungan Api Karhutla Semakin Meluas, Tim Satgas Bekerja Keras Memadamkan Api

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) semakin meluas. Bahkan hingga Sabtu (17/2/2018), jumlah titik api  terus bertambah. Kali ini kebakaran lahan terjadi ditiga lokasi yakni di Desa Sungai Tendang Kecamatan Kumai, Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam) sekitar KM 12, dan Jalan Hasan Basri arah Bamban Kelurahan Sidorejo Kecamatan Arut Selatan (Arsel).

Maraknya Karhutla dua hari ini di wilayah Kobar membuat Tim Satgas yang terdiri-dari TNI Kodim 1014 Pangkalan Bun, Polres Kobar, Damkar Kobar dan BPBD Kobar harus bekerja keras melakukan pemadaman di lapangan.

Komandan Satgas Karhutla Kobar yang juga selaku Komandan Kodim (Dandim) 1014 Pangkalam Bun Letkol Infantri Wisnu Kurniawan mengatakan, dua hari terakhir Karhutla di Kobar mulai marak terjadi.

Yakni jika sehari sebelumnya Karhutla terjadi Kecamatan Kumai tepatnya di Kelurahan Candi, dan Kelurahan Madurejo serta Baru. Untuk hari ini yakni tepatnya Sabtu (17/2), Karhutla kembali terjadi di Kecamatan Kumai tepatnya di Desa Sungai Tendang, kemudian Jalan Hasan Basri Kelurahan Sidorejo dan ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam di KM 12.

“Sejumlah kejadian itu telah ditangani petugas gabungan, untuk melakukan pemadaman. Bahkan sampai sore hari tim masih bekerja keras melakukan pemadaman,”paparnya viat telpon seluler (ponsel) Sabtu (17/2).

Terpisah Kabid Damkar Kobar Helmi ketika dikonfirmasi juga membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut. Menurut dia, jika sehari sebelumnya kebakaran terjadi ditiga titik. Hari ini kebakaran kembali terjadi ditiga titik lokasi.

“Tim masih bekerja keras melakukan pemadaman di lapangan. Untuk kejadian yang di Desa Sungai Tendang itu, sebelumnya sudah pernah terjadi. Itu rupanya api susulan yang kembali membakar lahan warga setempat. Namun sudah kita tangani,”ungkapnya via ponsel Sabtu (17/2).

Menurut dia, kebakaran lahan yang terjadi beberapa hari terakhir diduga disengaja. Lantaran ada oknum warga yang hendak membuka  perkebunan kelapa sawit dan palawija dengan cara membakar lahannya. Namun saat petugas berada dilokasi oknum warga yang membuka lahan ini tidak berada dilokasi. (hm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here