Telantarkan Anaknya, Rabiatul Kembali Diingatkan dan Membuat Surat Pernyataan Kedua

SAMPIT, KaltengEkspres.com –  Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Dinas Sosial (Dinsos) Kotim dan Dinas  Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan (PAPP)  Kabupaten Kotim, kembali mendatangi rumah Rabiatul Adawiyah yang terletak di Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang, Kamis (11/1/2018), sekitar pukul 09.00 Wib.

Kedatangan kedua kalinya ini terkait adanya laporan dugaan warga tersebut kembali menelantarkan anaknya bernama Andika alias Seng-Seng beserta adiknya. Untuk kali ini, pegawai dua instansi sempat kebingungan. Karena rumah korban telah pindah dari tempat sebelumnya. Yakni kini berada disekitar Jalan Walet Condrat Kelurahan Baamang Tengah.

Beruntung akhirnya bisa ditemukan, sehingga pegawai dua instansi ini bisa bertatap muka dan menginggatkan yang bersangkutan untuk tidak lagi menelantarkan anaknya. Disamping mengingatkan, untuk kedua kalinya Rabiatul Adawiyah diminta membuat surat pernyataan agar berjanji tidak menelantarkan anaknya.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas PAPP Kotim Forisni Aprilista yang ikut kelokasi mengatakan, saat mendatangi kembali rumah Rabiatul Adawiyah pihaknya sempat kebingungan. Lantaran rumah warga ini yang sebelumnya berada di sekitar pasar keramat, kini telah pindah ke Jalan Walter Condrat.

“Beruntung saat itu kami mencari info sehingga akhirnya menemukan tempat tinggalnya. Ketika kami mintai keterangan terkait penelantaran dan pembiaran terhadap anak kandungnya itu. Ia kembali membantah tidak melakukan penelantaran, bahkan ketika diminta menyerahkan anaknya jika merasa tidak sanggup merawat, yang bersangkutan ini malah tetap bersikukuh tidak mau menyerahkan anaknya untuk dirawat petugas terkait,”ujar Forisini kepada sejumlah awak media Kamis (11/1/2018).

Kendati ia membantah dan tidak menyerahkan anaknya lanjut dia, pihaknya tetap meminta yang bersangkutan untuk kedua kalinya membuat surat pernyataan perjanjian. “Isi perjanjian kedua ini apabila dilanggar kembali maka tidak ada toleransi lagi, kami terpaksa menjemput paksa anaknya tersebut,”ungkap Forisini dengan nada tegas.

Baca Juga :  Angkut Kayu Tanpa Dokumen, Dua Sopir Truk Ditangkap Polisi

Disamping menjemput paksa anaknya tersebut, pihaknya juga bakal bersikap tegas kepada Rabiatul Adawiyah, dengan mengambil langkah hukum untuk melaporkan ke pengadilan, supaya mencambut hak asuh ibu selaku orang tuanya. Kemudian anaknya tersebut diserahkan ke lembaga panti asuhan agar mendapatkan perawatan dan kehidupan yang lebih layak.

“Sikap itu kita ambil karena kasian dengan anak-anaknya. Itu juga kami lakukan sesuai dengan tugas dan fungsi kami selaku dinas terkait agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat salah satunya supaya anak-anaknya itu bisa mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih layak,”tandasnya.

Sementara itu pantauan Kalteng Ekspres.com, saat dikunjungi ke rumahnya Rabiatul Adawiyah ini didampingi suaminya. Saat itu suaminya lebih memilih diam dan tidak mau terlibat urusan istrinya dalam permasalahan tersebut. (MR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here