BNNK Kobar Tes Urin 22 Pegawai Lapangan Dinas PUPR

PANGKALAN BUN, Kaltengekspres.com – Badan Narkotika Nasional Kabupetan (BNNK) Kotawaringin Barat (Kobar), kembali gencar melaksanakan tes urine kepada para pegawai aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai kontrak atau honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar.

Setelah sebelumnya para pegawai di Dinas Satpol-PP dan Damkar Kobar, kali ini giliran para pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kobar yang menjalani tes urine tersebut.

Tes urin pegawai di Dinas PU Kobar kali ini, utamanya ditujukan kepada para pekerja lapangan yang memiliki jam kerja tinggi. Di antaranya yakni, para operator alat berat, para petugas laboratorium, para mekanik dan operator kendaraan proyek lainnya. Tercatat terdapat kurang lebih 22 pegawai hadir mengikuti tes urine yang dilaksanakan di Aula Kantor Dinas PU, pada Rabu (11/2017).

Kepala BNNK Kobar, AKBP I Wayan Korna, melalui Kepala Seksi P2M BNNK Kobar, Nevi Susanti menuturkan, pengawasan peredaran dan penggunaan narkoba di lingkungan Pemkab Kobar melalui pelaksanaan tes urine pegawai Pemkab ini, termasuk di Dinas PU Kobar, tidak dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh pegawai. Hanya beberapa pegawai saja yang akan diambil urinenya, untuk digunakan sebagai contoh.

Metode ini rencananya akan dilakukan di tiap instansi. Bukan tanpa sebab, menurut Nevi, pengawasan peredaran dan penggunaan Narkoba melalui pengambilan beberapa contoh urine pegawai ini dilakukan, lantaran anggaran yang tersedia untuk pelaksanaan kegiatan tersebut tahun ini sangat terbatas.

“Pihak PU ingin semua pegawai di tes urinenya, tapi anggaran kita terbatas. Karena alat yang kita gunakan ini kualitasnya tinggi. Alat uji yang kita gunakan ini memiliki 6 parameter. Dan harganya cukup mahal. Satu alat harganya sampai ratusan ribu. Jadi hanya beberapa sample urine saja yang kita ambil,” jelas Nevi, Rabu (8/11/2017).

Nevi melanjutkan, karena anggaran yang terbatas, uji atau tes urine di lingkungan Dinas PU diprioritaskan kepada para pegawai yang dianggap memiliki jam kerja tinggi, yang jumlahnya kurang lebih 22 orang.

Di antaranya yakni, para operator alat berat, petugas laboratorium, mekanik, supir kendaraan angkut alat berat dan petugas lapangan lainnya. Hasil pengujian menunjukkan sampel urin yang diambil dari 22 pegawai tersebut dinyatakan negatif. (Ghy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here