Beranda 2017 November

Arsip Bulanan: November 2017

Polsek Parenggean Tutup Lokasi Tambang Illegal di Desa Sebungsu

SAMPIT, Kaltengekspres.com – Polisi Sektor (Polsek) Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menutup lokasi tambang illegal masyarakat di Bukit Sihi Dusun Ubi Desa Sebungsu Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotim pada Kamis (30/11/2017) sekitar pukul 08.00 Wib.

Bangunan Walet di Katingan Diamuk Sijago Merah

KASONGAN, Kaltengekspres.com – Kebakaran hebat terjadi di Kabupaten Katingan. Sebuah bangunan gedung walet milik warga bernama Manto di RT 10 Desa Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah dilalap sijago merah, pada Rabu (29/11/2017) malam, sekitar pukul 18.30 Wib.

Kembangkan Pariwisata di Kotim, Dewan Dorong Pemkab Berdayakan Masyarakat

SAMPIT, Kaltengekpres.com– Wakil Ketua DPRD Kotim H. Supriyadi, MT menyoroti upaya pembangunan pariwisata di Kabupaten Kotim yang cenderung hanya mengedepankan fisik saja. Hal itu ia ungkapkannya saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (30/11/2017).

Seret Nama Anggota Dewan, Kasus Raibnya Uang Nasabah CU Eka Pambelum Itah Ditangani Polda Kalteng

SAMPIT,  Kaltengekspres.com – Raibnya dana nasabah sebesar Rp 60 milyar di Credit Union Eka Pembelum Itah kini ditangani oleh Polda Kalteng. Kasus ini ditangani Polda Kalteng, karena diduga menyeret nama salah satu anggota DPRD Kotim. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab hilangnya dana nasabah tersebut, kemudian menetapkan tersangkanya.

Manager CU-EPI yang baru, Parimus, SE saat dikonfirmasi, Kamis (30/11) mengungkapkan, pihaknya menyerahkan kasus tersebut ke ranah hukum.”Kita memang menerima pengaduan sejumlah nasabah yang merasa dirugikan dengan raibnya dana CU-EPI sebesar  Rp 60 milyar, dan saat ini tengah dalam penyelidikan pihak Polda,” katanya.

Selain itu pihaknya juga telah menggunakan tim audit untuk memeriksa kemana saja larinya dana tersebut, guna dicari solusi untuk mengembalikan dana nasabah.”Kita sendiri masih bingung juga kemana raibnya dana itu, karena keluar masuknya dana juga tanpa ada bukti yang jelas,”ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan pihak Polda mengenai siapa saja nama-nama yang terlibat guna dimintai pertanggungjawabannya.

Ia menjelaskan untuk mengakomodir 6.000 nasabah yang tersebar di seluruh Kotim itu bukanlah hal yang mudah. Namun ia berharap para nasabah yang merasa dirugikan untuk bersabar.

“Jika telah ditemukan kemana larinya dana tersebut paling tidak kita akan usahakan untuk dikembalikan ke CU dan digunakan untuk mencicil dana nasabah secara bertahap. Masalah sanksi kepada pelaku kita serahkan saja kepada hukum,”paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya para nasabah CU-EPI melayangkan surat pengaduan kepada DPRD setempat terkait raibnya dana koperasi tersebut sebesar 60 milyar rupiah. Mereka menuding manager CU-EPI sebelumnya berinsial No yang juga anggota DPRD Kotim untuk mempertanggungjawabkan raibnya dana tersebut. (FR)

Hendak Dipasok ke Sampit, Pengiriman Ratusan Ribu Butir Zenith Digagalkan Petugas Bandara Ahmad Yani Semarang

SAMPIT, Kaltengekspres.com –  Peredaran narkotika dan obat-obat berbahaya (Narkoba) terutama untuk jenis daftar G seperti Zenith Carnophen di Kotim sudah sangat membahayakan. Meski kerap kali diringkus oknum pelaku pengedar dan pemakainya. Rupanya tidak membuat takut bagi pelaku lainnya untuk memasok dan mengedarkan barang haram tersebut di wilayah Kabupaten Kotim.

Buktinya, sehari terakhir ratusan ribu butir obat Zenith Carnophen hendak diseludupkan melalui Bandara Ahmad Yani Semarang untuk dipasok ke wilayah Sampit Kabupaten Kotim, melalui bandara setempat. Beruntung aksi ini berhasil digagalkan petugas Bandara Ahmad Yani Semarang. Sehingga obat berbahaya itu berhasil diamankan dan tidak sempat lolos ke wilayah Kotim.

Dari infomasi yang dihimpun Kalteng Ekspres.com di lapangan menyebutkan, upaya penyeludupan tersebut diketahui berawal saat petugas bandara Ahmad Yani Semarang menggeledah lima kardus besar yang hendak dikirim melalui salah satu maskapai penerbangan tujuan Semarang-Sampit Kotim. Oleh petugas,lima kardus tersebut dicek kemudian dibuka, ternyata berisi ratusan ribu Zenith. Mengetahui isi kelima kardus ini, petugas langsung mengamankannya ke Kantor KKP Bandara Semarang.

Kasi Teknik Bandara H Asan Sampit, Charles ketika dikonfirmasi Kamis (30/11/2017), membenarkan adanya upaya penyeludupan tersebut. Menurut dia, informasi tersebut didapatnya dari petugas Bandara Ahmad Yani Semarang. Namun, informasi detail terkait pengirimnya masih belum jelas.

“Informasinya barang yang dikirim itu berbentuk kardus besar. Diduga akan di kirim menuju Sampit. Hanya belum jelas oknum pengirimnya siapa, dan tujuannya ini apakah benar-benar ke Sampit,”ungkapnya kepada Kalteng Ekspres.com diruang kerjanya.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak Bandara Semarang terkait kejelasan informasinya. Karena sejauh ini kata dia, belum ada laporan resmi terkait barang tersebut.

“Sampai saat ini kita tidak ada menerima laporan resminya . Baik dari kepolisian, maupun bukti dari manifest barang yang hendak diangkut dalam pengiriman tersebut,”paparnya.(MR).

Tersandung Kasus Dugaan Korupsi ADD dan DD, Direktur CV Inuhan Permai dan Kades Kina Ditetapkan Tersangka

NANGA BULIK, Kaltengekspres.com – Kepala Desa (Kades) Kina Kecamatan Batang Kawa Kabupaten Lamandau berinisial FRA dan Direktur CV Inuhan Permai berinisial AP, resmi ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Kabupaten Lamandau tahun 2017, oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamandau pada Rabu (29/11/2017). Usai ditetapkan tersangka pada Kamis (30/11/2017), keduanya kini telah ditahan oleh Kejari Lamandau.

Kasi Intelijen Kejari Lamandau Rindaya Situmpol ketika dikonfirmasi membenarkan penetapan dan penahanan terhadap keduanya ini. Menurut dia, penahan terhadap keduanya baru saja dilakukan. Keduanya ditetapkan tersangka dan ditahan karena tersandung kasus dugaan korupsi ADD dan DD Kina Tahun 2017 ini.

Sementara Kasi Pidsus Kejari Lamandau Bayu Probos menjelaskan, kedua tersangka ditahan karena dicurigai melakukan tindak pidana yang menimbulkan kerugian negara dalam proyek pembagunan dapur mess desa, pembagunan perpustakaan desa, serta pembangunan jaringan air bersih.

“Dari ketiga item dengan total pagu keseluruhan sebesar Rp 1,3 miliar tersebut terjadi kejanggalan, diantaranya proyek pembagunan jaringan air bersih diketahui sudah ada dana kurang lebih sekitar Rp 236 juta yang dicairkan untuk termin pertama. Sedangkan kontraknya belum ada sama sekali,”ujarnya kepada Kalteng Ekspres.com Kamis (30/11/2017).

Begitu juga lanjut dia, untuk pembagunan perpustakaan desa, sudah dicairkan dana untuk termin pertama kurang lebih sebesar Rp 128 juta, dengan masa akhir kontrak tanggal 2 November 2017. Namun kenyataannya baru dikerjakan pada tanggal 10 November 2017. Bahkan tiang-tiang kerangka bagunannya baru saja berdiri.

“Akibat perbuatannya ini, keduanya kita jerat dengan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Tipikor atau pasal 3 Undang-Undang Tipikor, dan saat ini keduanya sudah kita titipan ke Lapas Klas IIB Pangkalan Bun” ungkap Bayu. (dri)

Naas! Diseret Arus Deras Sungai, Warga Barut Hilang Tenggelam

MUARA TEWEH,Kaltengekspres.com – Kecelakaan terjadi diperairan Sungai Teweh, anak sungai Barito atau tepatnya di Desa Sabuh Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kamis (30/11) pagi sekitar pukul 08.00 Wib. Sebuah kelotok getek yang dikemudikan Undur (50) bersama anaknya tiba-tiba terbalik lantaran terseret arus deras sungai.

Kejadian ini menyebabkan korban Undur hilang di sungai itu, dan kini masih dalam pencarian warga, dengan menyusuri sungai tersebut. Sedangkan anaknya selamat karena berhasil ditolong warga setempat. Diduga kuat korban berjenis kelamin laki-laki ini hanyut terbawa arus.

Warga Desa Sabuh Tian mengatakan, kejadian itu berawal saat klotok getek yang dikemudikan korban dan anaknya ini hendak menyembrang dari arah kampung menuju rumahnya yang berada di pinggir jalan PT Austral Byna (PT AB). “Saat kelotok mereka menyemberang ini tiba-tiba terbawa arus, karena kuatnya arus, membuat kelotok mereka sampai membentur tiang listrik hingga karam dan terbalik,”ungkap Tian.

Kapolsek Teweh Tengah AKP Guntur Tribawono SIK ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut ia saat ini korban belum ditemukan. “Peristiwanya Kamis pagi ini dan korban masih dalam pencarian, anggota kita juga turun ke lapangan,”ujar Guntur.(deni)

Kasus Berlanjut, Berkas Perkara Remaja Pelaku Curat Dilimpahkan ke Kejaksaan

Pemilik rumah saat menunjukan tempat pelaku mencuri barang didalam rumah

SAMPIT,Kaltengekspres.com – Masih ingat dengan kasus pembobolan atau pencurian disertai pemberatan (curat), yang dilakukan M Nur Saputra (17) bersama temannya di rumah warga yang terletak di Jalan Kenan Sandan Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang, milik Siti Radawiyah tiga pekan lalu.

Satu pelakunya bernama M Nur Saputra (17) telah menjalani proses hukum. Saat ini berkas perkara yang bersangkutan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotim, karena sudah lengkap alias P21. Sementara satu pelaku lainnya masih ditahan di Polres Kotim untuk menjalani proses penyelidikan seputar keterlibatannya dalam aksi curat tersebut.

Kapolsek Baamang AKP Agus Tri ketika dikonfirmasi Kamis (30/11/2017) membenarkan adanya pelimpahan berkas perkara tersebut. Menurut dia, dalam  kasus tersebut ada dua berkas, satunya telah di limpahkan ke kejaksaan. Sedangkan satu masih menjalani proses penyelidikan.

“Untuk pelaku M Nur kita kenakan pasal 163 KUHP tentang curat. Karena ia ini sudah 2 kali melakukan hal yang serupa. Bahkan ia juga terlibat kasus tauran,”ungkap Kapolsek kepada Kalteng Ekspres.com.

Agus menjelaskan, dalam menangani perkara ini pihaknya mengambil langkah tegas supaya ada efek jera dari pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya. Kendati usianya masih dibawah umur. Namun karena prilakunya yang sudah berapa kali melakukan perbuatan serupa. Meski sebelumnya pernah dilakukan pembinaan oleh Dinsos Kotim. Namun rupanya prilaku tetap tidak berubah.“Maka dari itu terpaksa kita proses hukum saja supaya jera,”tegasnya.(MR)

Diduga Produksi Tanpa Izin, Pabrik Jamu Tradisional di Karang Mulya Digerebek Polisi

PANGKALAN BUN, Kaltengekspres.com – Polisi Sektor (Polsek) Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menggerebek pabrik pembuatan jamu tradisional pegal linu merek Klanceng yang berada di belakang Pasar Karang Mulya Rt 8 Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng Rabu (29/11/2017) malam.

Tiga Balon Mendaftar Jalur Perseorangan di Lamandau, Satu Gugur

NANGA BULIK, Kaltengekspres.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamandau resmi menutup pendaftaran bakal calon (balon) dari jalur perseorangan (independen) Rabu (29/11/2017). Tercatat ada tiga balon independen yang mendaftarkan diri dan telah menyerahkan syarat dukungannya untuk ikut maju dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Lamandau 2018 mendatang.
- Advertisement -

MOST POPULAR

HOT NEWS