Dicecar Pertanyaan, PH Empat ASN Nyaris Baku Hantam Dengan Wartawan Nasional

PANGKALAN BUN, Kaltengekspres.com – Kejadian menarik dan menyita perhatian terjadi seusai digelarnya sidang empat aparatur sipil negara (ASN) di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, Senin (23/10/2017).

Penasehat hukum (PH) empat ASN yakni Rahmadi G Lentam beserta teman-temanya nyaris baku hantam saat bersitegang dengan sejumlah wartawan dari media nasional di depan Kantor PN Pangkalan Bun.

Kejadian ini bermula, ketika sejumlah awak media memintai keterangan PH empat terdakwa yakni Rahmadi G Lentam Cs seusai sidang. Awalnya, PH memberikan keterangan terkait pembelaan yang disampaikan dalam sidang agenda eksepsi di PN setempat.

Saat diwawancarai ini, salah seorang wartawan media nasional langsung mencecar pertanyaan, yang dianggap kubu PH menyudutkan pihaknya. Sehingga akhirnya, PH terdakwa Rahmadi G Lentam naik pitam, dan bersitegang dengan wartawan media nasional tersebut. Nyaris saja terjadi baku hantam antara keduanya, namun beruntung cepat didamaikan, sehingga antara kedua belah pihak tidak memperpanjang keributan.

“Kejadiannya itu berawal saat saya mececar pertanyaan ketika wawancara. PH itu terpancing emosi dan menyebut kami memberitakan sepihak kemudian mendokrin kami di depan sidang. Disamping itu mengintervensi kami. Tentu saja kami tidak terima karena sebagai jurnalistik kami berhak menanyakan apa sebab ia mendokrin kami. Jika mau klarifikasi ya cukup diklarifikasi saja,”ujar salah seorang wartawan nasional ini ketika dimintai keterangan seusai bersitegang Senin (23/10/2017).

Sementara itu Rahmadi G Lentam ketika dimintai keterangan mengatakan, dirinya emosi karena wartawan tersebut mencecar pertanyaan yang terkesan tidak etis kepada pihaknya selaku PH. Kemudian pertanyaan yang dilemparkan, sudah bukan pada ranah jurnalis. Melainkan terkesan hanya menyudutkan pihaknya. Hal itu lah lanjut dia, membuat dirinya bersama teman marah.

“Karena diawal kan sudah kami beri jawaban. Tapi malah dicecar pertanyaan lain lagi. Yang seharusnya tidak perlu kami jawab. Dipaksa supaya kami memberikan jawaban tentu kami emosi,”pungkasnya Senin (23/10/2017). (hm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here