Home / Kobar

Senin, 23 Oktober 2017 - 16:52 WIB

Dicecar Pertanyaan, PH Empat ASN Nyaris Baku Hantam Dengan Wartawan Nasional

PANGKALAN BUN, Kaltengekspres.com – Kejadian menarik dan menyita perhatian terjadi seusai digelarnya sidang empat aparatur sipil negara (ASN) di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, Senin (23/10/2017).

Penasehat hukum (PH) empat ASN yakni Rahmadi G Lentam beserta teman-temanya nyaris baku hantam saat bersitegang dengan sejumlah wartawan dari media nasional di depan Kantor PN Pangkalan Bun.

Kejadian ini bermula, ketika sejumlah awak media memintai keterangan PH empat terdakwa yakni Rahmadi G Lentam Cs seusai sidang. Awalnya, PH memberikan keterangan terkait pembelaan yang disampaikan dalam sidang agenda eksepsi di PN setempat.

Saat diwawancarai ini, salah seorang wartawan media nasional langsung mencecar pertanyaan, yang dianggap kubu PH menyudutkan pihaknya. Sehingga akhirnya, PH terdakwa Rahmadi G Lentam naik pitam, dan bersitegang dengan wartawan media nasional tersebut. Nyaris saja terjadi baku hantam antara keduanya, namun beruntung cepat didamaikan, sehingga antara kedua belah pihak tidak memperpanjang keributan.

Baca Juga :  Ngeri!! Beredar Poto Pembakaran Monyet Untuk Disantap di Medsos

“Kejadiannya itu berawal saat saya mececar pertanyaan ketika wawancara. PH itu terpancing emosi dan menyebut kami memberitakan sepihak kemudian mendokrin kami di depan sidang. Disamping itu mengintervensi kami. Tentu saja kami tidak terima karena sebagai jurnalistik kami berhak menanyakan apa sebab ia mendokrin kami. Jika mau klarifikasi ya cukup diklarifikasi saja,”ujar salah seorang wartawan nasional ini ketika dimintai keterangan seusai bersitegang Senin (23/10/2017).

Baca Juga :  Apes, Uang Pedagang Pasar Indrasari Digasak Pencuri 

Sementara itu Rahmadi G Lentam ketika dimintai keterangan mengatakan, dirinya emosi karena wartawan tersebut mencecar pertanyaan yang terkesan tidak etis kepada pihaknya selaku PH. Kemudian pertanyaan yang dilemparkan, sudah bukan pada ranah jurnalis. Melainkan terkesan hanya menyudutkan pihaknya. Hal itu lah lanjut dia, membuat dirinya bersama teman marah.

“Karena diawal kan sudah kami beri jawaban. Tapi malah dicecar pertanyaan lain lagi. Yang seharusnya tidak perlu kami jawab. Dipaksa supaya kami memberikan jawaban tentu kami emosi,”pungkasnya Senin (23/10/2017). (hm)

Share :

Baca Juga

Hukum Kriminal

Bangunan Toko Emas Ambruk

Kobar

Dewan dan Pemkab Kobar Kembali Sahkan Dua Ranperda Jadi Perda

Kobar

Nasabah Geruduk Kantor Bank Mandiri Pangkalan Bun

Kobar

Tiga Komplotan Pencuri Besi Teralis Pasar Indrasari Dibekuk Polisi

Kobar

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pangkalan Bun Tak Sehat

Kobar

Pesparawi III Korpri Diharapkan Membangkitkan Semangat Profesional ASN Kristiani

Kobar

Korban Banjir Aruta Terkena Penyakit Gatal dan Diare

Kobar

Pemprov Dukung Peningkatan SDM Karang Taruna Berprestasi