Pemuda Pulpis Tewas Gantung Diri

Jasad korban saat ditemukan anggota Polsek Banama Tingang dalam posisi masih tergantung Sabtu (31/8/2019).

PULANG PISAU, KaltengEkspres.com –  Seorang pemuda bernama Yaprin (26), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Warga  Desa Lawang Uru RT 03, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), ditemukan tewas tergantung di dalam kamar rumahnya menggunakan tali nilon, Sabtu (31/8/2019) sore sekira pukul 15.00 Wib.

Plh Kapolsek Banama Tingang Ipda Sumijiyarto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, peristiwa tragis ini berawal saat korban selesai makan siang kemudian masuk ke dalam kamar dan mengunci kamarnya, sekitar pukul 12.00 WIB.

Ketika mengunci diri di kamar sekitar 2 jam, adik korban Yudi kemudian mengetuk pintu kamar untuk memberi obat saraf. Namun saat itu korban tidak bersedia membuka pintu kamar. Adik korban ini kemudian curiga, sehingga memanggil keluarganya untuk bersama-sama mendobrak dengan cara mencungkil pintu kamar menggunakan linggis.

“Saat pintu terbuka, keluarga korban kaget melihat korban ditemukan dalam posisi tewas tergantung dibagian lehernya menggunakan sebuah tali nilon yang terikat di kayu kasau kamar. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek,”ungkap Sumijiyarto Minggu (1/9/2019).

Seusai dilaporkan lanjut dia, anggotanya langsung berangkat ke lokasi melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke rumah sakit guna dilakukan visum. Ketika diperiksa dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari catatan riwayatnya, korban ini pernah menderita penyakit gangguan kejiwaan, bahkan sempat dirawat di Rumah Sakit Kalawa Atei, Bukit Rawi, dua tahun yang lalu untuk diobati. Bahkan terakhir korban berobat ke Rumah Sakit Doris Silvanus guna kontrol rutin dan mengambil obat saraf Jumat (30/8) lalu,” tandasnya. (as/hm)