Pemprov Kalteng Sebut Sumur Bor Fiktif Bukan di Kawasan BRG

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Ketua Tim Badan Restorasi Gambut Provinsi Kalteng,  Fahrizal Fitri menegaskan, bahwa temuan sumur bor diduga fiktif di wilayah Kabupaten Pulang Pisau seperti yang diberitakan sejumlah media sebelumnya, tidak berada di wilayah sumur bor yang dibangun oleh Badan Restorasi Gambut (BRG).

Hal ini diungkapkan Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD)  Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri didamping Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalteng, Norliani saat menggelar Siaran Pers terkait Sumur Bor di Proyek Lahan Gambut di Kantor DLH Provinsi Kalteng, Rabu (11/9/2019).

Fahrizal Fitri mengatakan, setelah pihaknya melakukan survey turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran mengenai adanya laporan sumur bor fiktif di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, faktanya bahwa sumur bor yang diduga fiktif tersebut ternyata bukan berada di wilayah restorasi gambut atau berada di luar kawasan restorasi gambut.

Pembangunan sumor bor di wilayah restorasi gambut tersebut dilaksanakan kerjasama pemerintah daerah dengan LPPM Universitas Muhammadiyah dan MPA atau masyarakat setempat.

“Karena program BRG ini memperkerjakan masyarakat lokal setempat dalam rangka menyediakan lapangan pekerjaan dan masyarakat bisa terlibat langsung membangun sumur bor sehingga memiliki ada rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaganya,”ungkapnya.

Pihaknya membangun sumur bor berdasarkan titik koordinat dan tertera di dalam peta, jadi sumur bor yang dimaksud itu bukan berada di wilayah pembangunan sumor bor restorasi gambut.

Ia menjelaskan, bahwa jumlah sumur bor yang dibangun sebanyak 3.225 unit se kalteng dengan anggaran sebesar Rp15 M. Bahkan, tambah Fahrizal, pihaknya akan melakulan pengecekan lebih dalam mengenai siapa yang memasang sumur bor diduga fiktif tersebut. (ed/adv)