Tewas di Kolam Limbah karena Diduga Tak Bisa Berenang

Rekan kerja korban saat mengevakuasi jasad korban dari dalam kolam, Jumat (12/7/2019).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Tewasnya Fatkur Rahman (35) di Kolam Limbah PT GSDI di Desa Sungai Bengkuang Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten Kobar diduga disebabkan karena tak bisa berenang. Pasalnya, saat mengambil sampel dan terjatuh ke dalam kolam, korban tak bisa menyelamatkan dirinya dari air limbah tersebut.

“Peristiwa ini jatuh terceburnya korban ini diperkirakan Kamis (11/7/2019) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu korban sedang bekerja malam, berniat hendak mengambil sampel limbah untuk dibawa ke laboratorium. Naasnya diduga saat mengambil sampel ini ia terpeleset kemudian jatuh ke dalam kolam. Kemungkinan karena tak bisa berenang akhirnya tenggelam dan meninggal dunia,”ungkap Kapolsek Pangkalan Banteng Ipda Waris Waluyo kepada awak media, Sabtu (13/7/2019).

Peristiwa ini menjadi catatan kelam bagi perusahaan. Karena itu ia mengimbau agar perusahaan bisa mengutamakan safety (keamanan) bagi karyawannya yang bekerja. Sehingga kejadian serupa tak terulang lagi ke depannya.

Terpisah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Kobar Gst Nur Aini ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya tak mengetahui adanya kecelakaan kerja tersebut. Lantaran belum mendapat  laporan dari perusahaan setempat.

“Belum mengetahui kejadian itu. Karena tak ada laporan,”ungkapnya via telpon seluler (ponsel) Sabtu (13/7/2019).

Sementara itu dari catatan Kalteng Ekspres.com kejadian kecelakaan kerja (laka kerja) di anak Group PT astra ini sudah beberapa kali terjadi.  Dengan adanya kejadian baru ini, menambah daftar laka kerja di perusahaan tersebut. (hm)