Pemprov Kalteng Tak Prioritaskan Pengunaan Helikopter

Kepala BPBD Kalteng Mofit Saptono saat memberikan keterangan kepada awak media.

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Kalteng, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng tak memprioritaskan penggunaan helikopter water boom yang telah disediakan pemerintah pusat untuk memadamkan api.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melalui Plt. BPBD Kalteng Mofit Saptono mengungkapkan, bahwa pemerintah pusat sudah menyediakan sejumlah helikopter water boom sesuai kebutuhan dan jangkauan wilayahnya.  Hanya kata dia, tidak mesti harus menggunakan helikopter.

“Kita berharap doa semua masyarakat Kalteng agar tidak ada bencana karhutla seperti tahun sebelumnya, tapi prinsipnya tetap siap siaga,” ungkap Mofit kepada wartawan, usai mengikuti kegiatan Pembekalan Kesiap-siagaan Menghadapi Karhutla, Jumat (12/7/2019).

Kendati demikian lanjut dia, bukan berarti Pemprov Kalteng menolak bantuan helikopter, karena surat  sudah ditanda tangani gubernur. Intinya sekarang yang paling penting adalah kesiap siagaan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang berdampak kabut asap.

“Fokus pencegahan salah satunya adalah penyampaian informasi anolami cuaca, maka harus siap-siap,  pendekatan keagaamaan baik masjid maupun gereja untuk saling berkoordinasi dan mengimbau umat agar tidak membakar hutan dan lahan, peneliti untuk membantu petani membuka lahan tanpa membakar, pelatihan pencegahan kebakaran untuk selalu siaga,”ujarnya.

Saat ini lanjut dia, pihaknya masih melakukan pemetaan titik koordinat sumur bor yang tersebar di wilayah Kalteng, setelah itu akan dilakukan fungsionalisasi pemadaman titik api.

Mofit menambahkan, berdasarkan data dari Pusdalops PB per tanggal 11/7/2019 ada terdapat 7 hot spot yaitu Kobar 1 titik api,  Kotim 5 dan Sukamara 1 dengan titik konfidensinya 44-81 persen. Jumlah hot spot Januari – Juli 2019 ada 287 hot spot. Sedangkan untuk bulan Juli ini saja sampai dengan tanggal 10 Juli kemarin terdapat 68 hot spot.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng dan BPN Sepakat Selesaikan Konflik Agraria

“Kejadian kebakaran sejak Januari – Juli 2019, ada 109 kali dan untuk kejadian kebakaran bulan Juli saja sebanyak 48 kali dengan luas kebakaran 226,38 hektar sedangkan luas kebakaran sampai dengan tabggal 10 Juli, 125 hektar,”terang Mofit.

Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo melalui  Staf Ahli BNPB Mayjen. TNI (Pur) Komaruddin mengaku, bangga dengan  Kalteng tidak mau menggunakan helikoter water boom, artinya Kalteng mandiri dan mampu mencegah kebakaran hutan dan lahan. Karena memang tidak ada asap, disisi lain anggarannya sangat besar Rp200 juta/jam, kalikan saja 5 – 7 jam sudah  Rp1 miliar lebih. (ed/adv)