Jual Lem, Pedagang Sembako Diamankan Satpol PP Kobar

Oknum pedagang sembako saat diamankan di Kantor Satpol PP Kobar, untuk dimintai keterangan Rabu (17/7/2019).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Misrah alias  Asmara (40) warga Desa Runtu Kecamatan Arut Selatan (Arsel) Kabupaten Kobar , diciduk anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kobar. Pedagang sembako ini diamankan karena kedapatan menjual lem merk HQ, kepada lima orang remaja desa setempat, sehingga membuat kelimanya mabuk lem, Rabu (17/7/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kasatpol PP dan Damkar Kobar Majerum Purni melalui Kabid Penegakan Perda Musatawan Lutfi mengatakan, pedagang sembako ini diamankan Rabu (17/7/2019) siang di Desa Runtu. Berawal saat anggota Satpol PP Kobar menerima laporan dari masyarakat setempat yang menyebut telah mengamankan lima remaja karena kedapatan sedang berkumpul di pos sambil menghisap lem merk HQ.

“Ada lima remaja yang diindikasikan sedang berkumpul dan sedang menghisap lem diluar jam sekolah. Mereka berinisial YS (13), ST (14), AD (14), AR (17), dan MR (13). Remaja ini semua satu desa dan masih pelajar hanya MR yang tidak sekolah,”ungkap Majerum Rabu (17/7/2019).

Menerima laporan masyarakat ini lanjut dia, anggota langsung berangkat ke lokasi dan menemukan ke limanya telah diamankan warga. Kemudian warga menghubungi orang tua, selanjutnya dilakukan  pengembangan oleh masyarakat mencari tahu penjual lem tersebut.

“Dari pengakuan lima remaja ini, lem tersebut didapat dari membeli ditempat  pedagang sembako, selanjutnya orang tua bersama masyarakat menuju lokasi ibu tersebut. Kemudian mengamankan pedagangnya, selanjutnya diserahkan kepada kita,”ungkap Lutfi.

Usai diamankan, pedagang bersama lima remaja ini langsung dibawa ke Kantor Satpol PP Kobar untuk dimintai keterangan sekaligus diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.

“Kita mengimbau kepada masyarakat agar tidak menjual atau memasarkan lem tersebut kepada anak-anak remaja. Karena kita  serius menindak terhadap penyalahgunaan zat adiktif yang berbahaya bagi kesehatan, “ujarnya. (yus)