Dewan Sorot Keberadaan Bank Keliling

Anggota DPRD Kobar Bambang Suherman saat memberikan keterangan kepada awak media Rabu (12/6).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kobar Bambang Suherman menilai keberadaan Bank thithil atau bank keliling sangat mencekik masyarakat.  Pasalnya, keberadaan usaha ini berkeliaran dengan memberikan pinjaman tanpa agunan kepada masyarakat.

“Pengguna jasa ini biasanya pedagang kecil di pasar dan emak emak kampung yang butuh duit cepat buat bayar sekolah anak,” ungkap Bambang Suherman Rabu (12/6/2019).

Mereka lanjut dia, memberikan layanan dengan syaratnya mudah, bunganya tidak dihitung dalam persen. Menurut istilah emak emak disebut dengan “sewelasan” berarti pinjem seratus balik seratus sepuluh, “rolasan” pinjem seratus balik seratus dua puluh, “telulasan” pinjem seratus balik seratus tiga puluh. Tergantung KSP nya lah, dan seratus ribu itu tidak diterima penuh.

“Biasanya dipotong 10-12 ribu sebagai simpanan sang kreditor di koperasi tersebut,” ucapnya.

Bambang Suherman menambahkan, bahwa sang peminjam cuma duduk anteng di rumah dan juga didatangi sama debt collector-nya untuk tagihan.

“ Kalo lagi gak punya duit karena suami yang berprofesi sebagai kuli bangunan, belum ngasih setoran, si penagih langsung Ngacir pergi, akan tetapi bunganya bertambah, hal ini membuat masyarakat semakin bertambah hutangnya,”paparnya.

Karena itu ia berharap agar Pemkab Kobar dan aparatur terkait melakukan pemeriksaan dan juga penertiban terhadap usaha ini. Lantaran dampaknya, sangat mencekik masyarakat, khususnya diperdesaan.  Lantaran banyak masyarakat yang tergiur dan akhirnya meminjam namun tak jarang yang harus membayar dengan susah payah. (yus)